Tautan-tautan Akses

Jaksa Spanyol Perintahkan 9 Pemimpin Catalan Dihukum Penjara


Pemimpin Catalán, Carles Puigdemont (tengah) memberikan pernyataan dalam konferensi pers di Brussels, Belgia, Selasa (31/10).

Seorang jaksa Spanyol hari Kamis (2/11) memerintahkan sembilan mantan pemimpin Catalonia ditahan untuk diperiksa kemungkinan dapat dikenakan tuduhan melakukan pemberontakan, penghasutan dan penggelapan terkait upaya mereka memerdekakan wilayah Catalonia dari Spanyol.

Hakim kemudian membebaskan seorang di antara mereka dengan uang jaminan senilai $58.300 (sekitar Rp 790 juta).

Pemimpin Catalonia yang digulingkan Carles Puigdemont tidak termasuk di antara yang hadir di pengadilan di Madrid.

Seorang jaksa penuntut umum telah meminta dikeluarkan surat perintah penangkapan internasional terhadap Puigdemont karena dia tidak mematuhi perintah pengadilan untuk hadir. Puigdemont, bersama empat mantan anggota kabinetnya telah seminggu berada di Brussels, Belgia.

Puigdemont menolak tuduhan terhadapnya sebagai bermotif politik dan mengatakan bahwa dia hanya mau kembali ke Spanyol jika ada jaminan bahwa proses hukum atas dirinya tidak memihak dan adil.

Jaksa telah mengajukan tuntutan terhadap 14 pemuka Catalonia termasuk Puigdemont dan wakilnya Oriol Junquers.

Pemerintah pusat Spanyol bergerak untuk memerintah langsung Catalonia minggu lalu dan membubarkan parlemen daerah itu sebagai tanggapan atas referendum kemerdekaan tanggal 1 Oktober disusul deklarasi kemerdekaan oleh para anggota parlemen Catalonia .

Catalonia sendiri terpecah dalam isu kemerdekaan itu.

Mereka yang berpartisipasi dalam referendum memilih kemerdekaan, tetapi yang menentang kemerdekaan memboikot pemungutan suara, sedang pemerintah Madrid juga menyatakan bahwa referendum tersebut ilegal.

Langkah Madrid pekan lalu mencabut status otonomi Catalonia juga mencakup penyelenggaraan pemilihan baru di wilayah itu bulan Desember. [sp/al]

XS
SM
MD
LG