Tiga orang yang terluka akibat serangan seorang pria bersenjata pisau di sebuah stasiun kereta bawah tanah utama di Brussels telah keluar dari rumah sakit dan serangan itu tidak dianggap sebagai aksi terorisme, kata jaksa, Selasa (31/1).
Berbagai posting di media sosial pada Senin malam (30/1) menunjukkan video polisi dengan senjata diarahkan ke seorang pria di stasiun Schuman, sementara foto-foto memperlihatkan seorang pria lain terbungkus selimut foil dan sedang dalam perawatan paramedis. Luka yang dialami salah satu korban dilaporkan “mengancam nyawa''.
Stasiun tersebut berada tepat di bawah markas besar dua lembaga utama Uni Eropa. "Motif tersangka belum diketahui, tapi pada tahap ini tidak ada indikasi bahwa itu adalah motif ekstremis atau teroris," kata kantor kejaksaan Brussels dalam sebuah pernyataan. Kantor itu mengatakan, pria berusia 30 tahun tersebut, yang namanya masih dirahasiakan, sebelumnya tidak dikenal polisi.
Ia dijadwalkan menghadap hakim Selasa malam karena dicurigai melakukan percobaan pembunuhan, kata pernyataan itu. Jaksa juga telah meminta evaluasi psikologis terhadap tersangka.
Ketakutan akan terjadinya serangan di Belgia tetap tinggi di benak publik, tujuh tahun setelah dua aksi pengeboman bunuh diri di stasiun kereta bawah tanah dekat lokasi penusukan hari Senin, dan di bandara utama Brussel, yang menewaskan 32 orang dan melukai ratusan lainnya. [ab/uh]
Forum