Tautan-tautan Akses

Isu Perbatasan Masih Ganjal Hubungan Indonesia dan Timor Leste


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut kedatangan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao di Istana Negara, Selasa (22/3).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut kedatangan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao di Istana Negara, Selasa (22/3).

Indonesia dan Timor Leste menyatakan siap menjalin kerjasama yang lebih konkrit. Sebanyak lima nota kesepahaman dan satu konsep kerjasama di bidang kelautan dan perikanan telah disepakati. Satu-satunya yang masih mengganjal adalah isu perbatasan.

Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao berkunjung ke tanah air selama dua hari. Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa siang, kedua kepala pemerintahan telah menyepakati lima kerjasama teknis, terkait pengembangan ekonomi dan pembangunan di Timor Leste.

Kedua pemimpin menandatangani kesepakatan di bidang pendidikan dan pelatihan diplomatik, pariwisata dan industri, pekerjaan umum, serta desentralisasi dan pemerintahan. Di samping itu, kedua negara menyepakati pula satu konsep kerjasama di bidang perikanan dan kelautan.

Juru bicara Presiden untuk Urusan Luar Negeri, Teuku Faizasyah, menyampaikan bahwa kemajuan dari setiap kerjasama ini akan dievaluasi secara berkala.

“Pada waktunya nanti kita mengevaluasi sejauh mana kerjasama di setiap bidang. Kalau boleh saya sebut isu spesifik, kerjasama di bidang isu politik adalah bagaimana kedua negara menyelesaikan isu-isu di perbatasan dan border management (manajemen perbatasan). Dalam kerangka ekonomi, Indonesia siap menanamkan investasi yang akan dibicarakan lebih lanjut," kata Teuku Faizansyah.

Ia juga mengatakan dua wilayah yang menjadi perhatian bersama adalah darat dan laut. Presiden Yudhoyono dan Perdana Menteri Xanana Gusmao berharap pengaturan di perbatasan dapat selesai tahun ini.

Kedua pemerintahan bekerja ekstra keras untuk menuntaskan pengaturan di tiga perbatasan. Di wilayah darat belum persis benar wilayahnya, tetapi saya yakin apabila isu di perbatasan ini selesai dibahas, maka pembicaraan kedua negara akan bergerak ke persoalan kelautan. Persoalan ini sifatnya bilateral dan saling terkait satu sama lain, demikian menurut Teuku Faizasyah.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Timor Leste Zacarias Albano da Costa kepada VOA menilai perlu ada pertimbangan yang matang dari aspek sosial dan tradisi dari masyarakat di perbatasan. Ini, menurut da Costa, menjadi kendala yang tidak mudah diatasi.

Dari sudut pandang teknis, Indonesia dan Timor Leste sudah mencapai kesepakatan, tetapi kedua pihak juga perlu melihat beberapa persoalan sosial dan tradisional untuk membicarakan segmen yang terakhir.

Tiga batas tersebut adalah Delomil, Kabupaten Belu, Indonesia dan Memo, Timor Leste; Bijael Sunan di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Oben Manunasasi, Timor Leste; serta Noelbesi di Kabupaten Kupang dan Citrana Distrik Oeccuse, Timor Leste.

XS
SM
MD
LG