Tautan-tautan Akses

ISIS Klaim Tanggung Jawab atas Serangan Teror Barcelona


Petugas medis merawat para korban luka-luka dalam serangan teror di Barcelona, Kamis (17/8).

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan teroris hari Kamis di Barcelona, Spanyol, di mana seorang sopir dengan kecepatan tinggi mengendarai van di trotoar yang ramai, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 80 lainnya.

Polisi menahan dua orang tetapi tidak merinci, apakah yang ditahan itu termasuk pengemudi.

Koran Spanyol El Pais melaporkan, pengemudi melarikan diri dari tempat kejadian.

Juga, mobil lain menyeruduk dua polisi di pos pemeriksaan di Barcelona, tetapi belum jelas apakah ada kaitannya dengan serangan sebelumnya.

Informasi tentang insiden hari Kamis di Spanyol itu terus berdatangan. Tetapi yang diketahui adalah saksi mengungkapkan sopir sengaja masuk ke kawasan pejalan kaki yang membentang di tengah Las Ramblas, ruas jalan di Barcelona yang sarat pertokoan dan kafe, serta populer bagi penduduk lokal dan turis. Mereka mengatakan van melaju dengan kecepatan tinggi dan zig zag, meninggalkan jejak darah dan mayat dengan kaki bengkok dan patah.

Beberapa saksi mengatakan melihat dua orang bersenjata melompat keluar dan menghilang ke restoran.

Polisi langsung datang dan segera menutup daerah tersebut.

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy dalam cuitan di Twitter mengatakan telah menghubungi pemerintah daerah dan bahwa prioritas pemerintah adalah membantu orang-orang yang terluka.

Presiden Amerika Donald Trump melalui Twitter mengatakan, "Amerika mengutuk serangan teror di Barcelona dan akan melakukan apapun yang diperlukan untuk membantu. Tegar dan kuat. Kami sayang kalian."

Menteri Luar Negeri Amerika Rex Tillerson memperingatkan, "Teroris di seluruh dunia harus tahu, Amerika dan sekutunya memutuskan memburu kalian dan menyeret kalian ke pengadilan."

Pemimpin Eropa, termasuk Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Presiden Perancis Emmanuel Macron, juga mengutuk serangan tersebut.[ka/jm]

XS
SM
MD
LG