Tautan-tautan Akses

Pengawas Departemen Kehakiman Amerika hari Kamis mengkritik mantan direktur FBI James Comey karena melanggar protokol lama dalam menangani penyelidikan penggunaan email Hillary Clinton dalam pemilihan presiden Amerika tahun 2016, tetapi mengatakan tidak menemukan bukti adanya "bias politik" atau upaya Comey untuk memengaruhi hasil pemungutan suara.

Dalam laporan yang lama dinanti, inspektur jenderal departemen itu, Michael Horowitz, menulis, Comey membuat "kesalahan serius" dalam mengungkap secara terbuka temuan-temuan dalam penyelidikan itu pada masa pemilu yang berlangsung ketat antara calon presiden kala itu, Donald Trump dan mantan menteri luar negeri Hillary Clinton.

Penyelidikan inspektur jenderal itu berfokus pada keputusan yang diambil Comey, pada saat-saat penting semasa kampanye, untuk mengumumkan secara terbuka temuan FBI, mengesampingkan Jaksa Agung Loretta Lynch.

Comey menuai kritik pedas atas tindakannya menjelang pemilu. Sementara Partai Republik mengecam keputusan awalnya untuk membebaskan Clinton, Partai Demokrat menyalahkan mantan direktur FBI itu karena merugikan mereka dalam pemilihan presiden dengan membuka kembali penyelidikan yang sangat dekat dengan pemilu.

Comey sudah lama membela tindakannya dalam pemilihan itu. [ka/al]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG