Tautan-tautan Akses

Iran Selenggarakan Pemilu Legislatif


Suasana pemilu parlemen di sebuah TPS di Teheran, Iran, 21 Februari 2020.

Rakyat Iran memberikan suara untuk parlemen baru hari Jumat (21/2), di mana partisipasi pemilih dianggap sebagai ukuran penting mengenai dukungan terhadap pemimpin Iran, sementara berbagai sanksi membebani ekonomi dan mengucilkan negara itu secara diplomatik.

Didiskualifikasinya 7.000 lebih kandidat potensial, sebagian besar dari kalangan reformis dan moderat, memperbesar kemungkinan jumlah pemilih yang lebih rendah daripada biasanya.

Pemimpin Iran dan media pemerintah mendesak pemilih agar berpartisipasi, dengan sebagian menyebut hal itu sebagai kewajiban agama. Pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei memberikan suara di sebuah masjid di dekat kantornya di Teheran, tidak lama setelah TPS buka pada pukul 8 pagi, dan mendesak rakyat Iran agar memberikan suara.

Presiden Iran Hassan Rouhani memasukkan surat suaranya dalam pemilu parlemen di TPS Kementerian Dalam Negeri Iran di Teheran, 21 Februari 2020.
Presiden Iran Hassan Rouhani memasukkan surat suaranya dalam pemilu parlemen di TPS Kementerian Dalam Negeri Iran di Teheran, 21 Februari 2020.

“Siapa pun yang peduli akan kepentingan nasional Iran harus berpartisipasi dalam pemilu,” ujarnya. Sebelumnya pada pekan ini, Khamenei mengatakan partisipasi pemilih yang tinggi akan menggagalkan “rencana” Amerika dan para pendukung Israel terhadap Iran.

“Musuh-musuh ingin melihat apa hasil tekanan maksimum AS,” katanya, mengacu pada sanksi-sanksi AS dan tekanan dari Washington yang telah mencekik kemampuan Iran untuk menjual minyaknya di luar negeri, membuat ekonominya terpaksa mengalami resesi.

Setelah memberikan suara, Presiden Iran Hassan Rouhani minta rakyatnya mencapai “kemenangan” lain dengan pemberian suara besar-besaran. “Musuh-musuh kita akan lebih kecewa daripada sebelumnya,” kata Rouhani. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG