Tautan-tautan Akses

Iran: Pembatalan Keringanan Sanksi Nuklir AS Tidak Akan Berdampak


Bangunan reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr, 1.245 kilometer selatan ibu kota Teheran, Iran, 20 Agustus 2010. (Foto: dok).

Iran menyatakan langkah AS untuk membatalkan keringanan sanksi-sanksi terakhir dari perjanjian nuklir 2015 tidak akan berdampak pada kegiatan nuklirnya.

Seorang juru bicara Organisasi Energi Atom Iran mengemukakan dalam suatu pernyataan hari Kamis (28/5) bahwa pemerintahan presiden Donald Trump sedang berusaha “mengalihkan opini publik” dan bahwa tindakan AS tidak akan memberi tekanan bagi Iran.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Rabu (27/5) mengumumkan bahwa keringanan, yang memungkinkan negara-negara lain mengerjakan proyek nuklir sipil Iran tanpa hukuman, tidak akan diperpanjang.

Ia mengatakan Iran telah terlibat dalam brinkmanship, suatu kebijakan mendorong keadaan berbahaya sampai ambang batasnya, yang meningkatkan aktivitas nuklir dan bahwa tindakan-tindakan itu akan menyebabkan tekanan dan isolasi yang kian meningkat dari masyarakat dunia.

AS mundur dari perjanjian nuklir pada tahun 2018 dan telah memberlakukan beberapa putaran sanksi ekonomi

Iran telah mengeluh karena para penandatangan perjanjian itu, khususnya Inggris, Perancis Jerman dan Uni Eropa, tidak merealisasikan janji mereka untuk membantu Iran mengatasi sanksi-sanksi AS.

Iran kemudian mengambil beberapa langkah yang bertentangan dengan janjinya dalam kesepakatan itu, termasuk meningkatkan cadangan uranium diperkayanya melampaui batas yang disepakati dan memperkaya uranium hingga kadar yang lebih tinggi.

Perjanjian 2015 dimaksudkan untuk mengatasi tuduhan bahwa Iran sedang berupaya membuat senjata nuklir, dengan pembatasan-pembatasan yang dimaksudkan untuk mencegah Iran memiliki material yang diperlukan untuk program semacam itu.

Iran menyatakan program nuklirnya hanya untuk kepentingan sipil seperti pembangkit tenaga listrik dan riset medis. [uh/ab]

Lihat komentar (3)

Forum ini telah ditutup.
XS
SM
MD
LG