Tautan-tautan Akses

Iran Mulai Gelar Latihan Pasukan Darat di Pantai Teluk Oman


Latihan militer Iran di sepanjang pantai Teluk Oman, 19 Januari 2021. (Foto: Angkatan Darat Iran/AP).

Militer Iran memulai latihan pasukan darat, Selasa(19/1), di sepanjang pantai Teluk Oman, kata televisi pemerintah negara itu. Latihan tersebut merupakan yang terbaru dari serangkaian latihan mendadak yang dilakukan Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan itu terkait program nuklirnya dan tekanan Washington terhadap Teheran.

Menurut laporan televisi tersebut, unit komando dan infanteri udara berpartisipasi dalam latihan tahunan tersebut, bersama dengan jet tempur, helikopter, dan pesawat angkut militer. Kepala Angkatan Darat Nasional Iran Abdolrahim Mousavi mengawasi latihan tersebut.

Iran baru-baru ini meningkatkan latihan militernya sebagai bagian dari upaya untuk menekan Presiden terpilih Joe Biden agar kembali ke kesepakatan nuklir yang sebelumnya ditinggalkan oleh Presiden Donald Trump. Biden pernah mengatakan, AS dapat bergabung kembali dalam perjanjian multinasional yang dimaksudkan untuk mengendalikan program nuklir Iran itu.

Sabtu lalu, pasukan paramiliter Iran, Garda Revolusi, melangsungkan latihan yang melibatkan peluncuran misil balistik antikapal perang terhadap target simulasi sejauh 1.800 kilometer di Samudra Hindia. Latihan itu dilangsungkan sehari setelah divisi kedirgantaraan Garda menembakkan misil balistik darat-ke darat, dan mengoperasikan sejumlah pesawat nirawak (drone), yang menarget basis-basis musuh hipotetis di sebuah gurun yang luas.

Latihan militer Angkatan Darat Iran, Selasa, 19 Januari 2021. (Foto: Angkatan Darat Iran/AP).
Latihan militer Angkatan Darat Iran, Selasa, 19 Januari 2021. (Foto: Angkatan Darat Iran/AP).

Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat menyusul serangkaian insiden yang berakar dari penarikan sepihak Trump dari kesepakatan nuklir Iran dengan negara-negara besar dunia. Pada hari-hari terakhir pemerintahan Trump, Teheran menyita sebuah kapal tanker minyak Korea Selatan dan mulai memperkaya uranium ke tingkat yang hampir dapat dimanfaatkan untuk membuat senjata, sementara AS mengirim sejumlah pesawat pengebom B-52, kapal induk USS Nimitz, dan beberapa kapal selam nuklir ke wilayah tersebut.

Trump pada 2018 secara sepihak menarik AS ke luar dari kesepakatan nuklir Iran. Padahal, berdasarkan kesepakatan itu, Teheran telah setuju untuk membatasi pengayaan uraniumnya dengan imbalan pencabutan sanksi-sanksi ekonomi. Trump menggunakan program misil balistik Iran sebagai salah satu alasan menarik diri dari perjanjian itu.

Ketika AS kemudian meningkatkan sanksi-sanksi ekonominya, Iran secara bertahap mengabaikan batasan-batasan yang diberlakukan dalam kesepakatan pengembangan nuklirnya. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG