Tautan-tautan Akses

Iran Bersikeras Tidak Sembunyikan Apa pun Sementara IAEA Siap Keluarkan Kecaman


FILE - Bendera Iran berkibar di depan gedung Markas Besar Badan Energi Atom Internasional, IAEA, di Wina, 24 Mei 2021.
FILE - Bendera Iran berkibar di depan gedung Markas Besar Badan Energi Atom Internasional, IAEA, di Wina, 24 Mei 2021.

Iran bersikeras Rabu (8/6) bahwa pihaknya telah menyatakan semua situs yang menjadi tempat kegiatan nuklir pada masa lalu. Pernyataan itu disampaikan setelah negara-negara Barat mengajukan mosi kepada pengawas energi atom PBB untuk mengeluarkan kecaman karena Iran tidak menunjukkan niat kerja sama.

“Iran tidak memiliki aktivitas nuklir tersembunyi atau tidak terdokumentasi atau situs yang dirahasiakan,” kata kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami, kepada kantor berita resmi IRNA.

Resolusi yang diajukan ke Badan Energi Atom Internasional (IAEA) oleh Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jerman adalah yang pertama sejak Juni 2020 ketika langkah serupa yang mengecam Iran diadopsi.

Dalam pernyataan bersama kepada Dewan Gubernur IAEA, Inggris, Prancis dan Jerman mengatakan mereka “sangat mendesak Iran untuk berhenti meningkatkan program nuklirnya dan segera menyetujui kesepakatan yang ada.”

Mohammad Ali Eslami Nodoushan
Mohammad Ali Eslami Nodoushan

Mosi tersebut dilihat sebagai tanda meningkatnya ketidaksabaran Barat dengan Iran setelah pembicaraan tentang menghidupkan kembali kesepakatan 2015 terhenti pada bulan Maret.

“Langkah baru-baru ini oleh tiga negara Eropa dan AS dengan menghadirkan rancangan resolusi terhadap Iran adalah tindakan bermotif politik,” kata Eslami, seraya menambahkan bahwa “Iran telah bekerja sama secara maksimal dengan IAEA.”

Pemicu kecaman Barat terbaru itu adalah laporan-laporan yang dikeluarkan oleh IAEA akhir bulan lalu di mana dikatakan masih ada pertanyaan tentang jejak uranium yang diperkaya yang sebelumnya ditemukan di tiga lokasi, yang tidak dinyatakan Iran sebagai tempat kegiatan nuklir.

IAEA mengatakan pertanyaan-pertanyaan itu “tidak diklarifikasi” dalam pertemuannya dengan pihak berwenang Iran.

Dewan Gubernur IAEA diperkirakan akan memberikan suara pada mosi tersebut pada Rabu atau Kamis, kata para diplomat.

Iran telah membangun cadangan besar uranium yang diperkaya, sebagian di antaranya diperkaya ke tingkat yang jauh lebih tinggi daripada yang dibutuhkan untuk pembangkit tenaga nuklir.

“Program nuklir Iran sekarang lebih maju daripada kapan pun pada masa lalu,” kata negara-negara Barat dalam pernyataan bersama. Ditambahkan bahwa akumulasi uranium yang diperkaya yang dilakukan oleh Iran tidak memiliki “pembenaran sipil yang kredibel.”

Kepala IAEA Rafael Grossi mengatakan kepada para wartawan pada hari Senin(6/6) bahwa diperlukan “hanya beberapa minggu” sebelum Iran bisa mendapatkan cukup bahan yang dibutuhkan untuk membuat senjata nuklir jika Iran terus mengembangkan programnya. [lt/uh]

XS
SM
MD
LG