Tautan-tautan Akses

Iran akan Eksekusi Pria yang Dituduh Mata-matai Soleimani


Seorang anak memegang potret foto Jenderal Garda Revolusi Iran, Qassem Soleimani di Beirut, Lebanon, 16 Februari 2020. (Foto: dok). Soleimani tewas dalam serangan pesawat nirawak Amerika Januari lalu.

Iran mengumumkan, Selasa (9/6), akan menghukum seorang pria yang dinyatakan bersalah telah memberikan informasi ke AS dan Israel mengenai Jenderal Garda Revolusi Qassem Soleimani, yang tewas dalam serangan pesawat nirawak Amerika Januari lalu.

Juru bicara Kementerian Kehakiman Iran Gholamhossein Esmaili tidak memberikan informasi lebih jauh mengenai terhukum selain mengidentifikasinya sebagai Mahmoud Mousavi Majd.

Tidak jelas bagaimana Majd memperoleh akses ke informasi perjalanan Soleimani. Esmaili menuduh Majd membocorkan informasi keamanan mengenai Garda Revolusi dan unit khususnya yang disebut Pasukan Quds yang dikomandoi Soleimani. Pasukan Quds berspesialisasi dalam operasi-operasi intelijen militer.

Esmaili menuduh Majd memiliki hubungan dengan CIA dan dinas intelijen Israel Mossad, tanpa mengungkapkan bukti. CIA dan Mossad sendiri sejauh ini belum mengeluarkan komentar.

Esmaili tidak mengungkapkan kapan Majd akan dieksekusi, selain mengatakan “segera.” Ia juga tidak mengungkapkan bagaimana kaitannya antara informasi yang diberikan Majd dan kematian Soleimani.

Serangan 3 Januari di Baghdad, Irak, juga menewaskan Abu Mahdi al-Muhandis, wakil komandan Pasukan Mobilisasi Rakyat, kelompok milisi dukungan Iran di Irak, dan lima orang lainnya.

Iran belakangan membalas kematian Soleimani dengan serangan misil balistik yang menarget pasukan AS di Irak. Pada saat yang sama Garda Revolusi Iran secara tidak sengaja menembak jatuh sebuah pesawat Ukraina di atas langit Teheran, dan menewaskan seluruh 176 penumpang dan awaknya. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG