Tautan-tautan Akses

Inventor Muda Maroko Ciptakan Berbagai Inovasi Selama Pandemi


Inventor muda asal Oujda, Maroko, Bilal Hammouti. (Foto: Facebook/Bilal Hammouti)

Seorang remaja inventor Maroko memanfaatkan waktunya semasa lockdown karena pandemi virus corona dengan sebaik-baiknya, dengan menciptakan sejumlah inovasi.

Inventor muda asal Oujda, Maroko, Bilal Hammouti menyebut karya cipta terbarunya, sebagai “masker masa depan.” Ia sangat bangga atas temuannya yang membuatnya mendapat pengakuan internasional.

"Saya menyebutnya ‘masker masa depan’ karena ini adalah masker pintar yang diprogram untuk batuk dan bersin. Saya menciptakan masker ini karena saya perhatikan, orang-orang tidak menutup mulut dengan masker mereka sewaktu berada di kantor atau di tempat-tempat lainnya. Kalau mereka terjangkit virus dan bersin atau batuk, mereka akan menyebarkan infeksi di tempat itu dan karena itu orang lain dapat terjangkit virus juga," jelas Bilal.

"Itu sebabnya mengapa saya memikirkan tentang masker ini, karena ini membuat seseorang jika sedang sendirian tidak perlu menggunakan masker, dan jika mereka ingin bersin atau batuk, masker ini akan menutup secara otomatis sebelum bersin atau batuk menyembur,” imbuhnya.

Bilal Hammouti dengan masker hasil karyanya. (Foto: Facebook/Bilal Hammouti)
Bilal Hammouti dengan masker hasil karyanya. (Foto: Facebook/Bilal Hammouti)

Ciptaan Bilal ini menjadikannya sebagai juara pertama dalam kategori “Future Engineers” atau “Insinyur Masa Depan” dalam sebuah kompetisi robotik internasional.

Ratusan orang dari 21 negara berpartisipasi dalam acara yang pada tahun ini digelar dari jarak jauh.

Inventor muda Maroko ini memanfaatkan waktunya dengan bijak selama lockdown karena pandemi virus corona, dengan membuat satu demi satu inovasi.

Hanya perlu waktu kurang dari dua bulan bagi remaja berusia 12 tahun ini untuk membuat masker tersebut, yang merupakan ciptaan terbarunya.

Inventor Muda Maroko Ciptakan Berbagai Inovasi Selama Pandemi
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:22 0:00

Ia mendapat dukungan penuh dari ayahnya, Omar, yang membantunya dalam beberapa aspek pekerjaan tertentu seperti pengelasan.

"Waktu saya mengetahui bakat Bilal, saya berusaha membantunya dengan semua cara yang bisa saya tawarkan. Misalnya, kalau ia meminta saya membelikan sesuatu yang ia perlukan untuk suatu proyek. Saya memberi dukungan moral dan ini yang paling penting, dan saya selalu menjadi penggemar nomor satunya kalau ia mengajukan suatu proyek baru,” jelas Omar Hammouti.

Bilal Hammouti memamerkan hasil karyanya. (Foto: Facebook / Bilal Hammouti)
Bilal Hammouti memamerkan hasil karyanya. (Foto: Facebook / Bilal Hammouti)

Sejak masih anak-anak, Bilal memiliki rasa penasaran yang tinggi dan selalu membongkar mainan-mainan yang dibelikan ayahnya, untuk mengetahui cara kerja mainan tersebut.

Bilal telah menciptakan robot Badr Hari, yang ia anggap sebagai ciptaan terpentingnya selama ini.

Robot ini menstimulasi pergerakan tubuh manusia dan Bilal ingin mengembangkannya lebih jauh untuk digunakan dalam dunia kedokteran.

Ia juga menciptakan kacamata untuk physical distancing atau menjaga jarak fisik. Jika pemakainya tidak mematuhi aturan jarak, kacamata itu akan menghalangi penglihatan pemakainya.

Bilal juga membuat robot untuk orang-orang berkebutuhan khusus, yang memungkinkan mereka mengontrol televisi tanpa menggunakan tangan mereka.

Setiap kali ia mengajukan ciptaan baru, Bilal membaginya dalam video yang ia unggah di YouTube.

“Saya memilih media sosial untuk berbagi temuan baru saya dan memberi informasi mengenai temuan-temuan itu. Sebagai balasannya, mereka selalu memberi saya semangat, mengatakan agar saya terus berkarya,” jelasnya.

Remaja ambisius ini berharap akan terus membuat berbagai proyek yang dapat memudahkan kehidupan orang-orang. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG