Tautan-tautan Akses

Inggris Tarik Polisi dari Kedutaan Ekuador Tempat Assange Bersembunyi


Pendiri WikiLeaks, Julian Assange berbicara dalam sebuah konferensi pers di Kedutaan Ekuador di London tahun lalu (foto: dok).
Pendiri WikiLeaks, Julian Assange berbicara dalam sebuah konferensi pers di Kedutaan Ekuador di London tahun lalu (foto: dok).

Inggris mengatakan, penempatan polisi di Kedutaan Ekuador tempat pendiri WikiLeaks Julian Assange bersembunyi di London itu “tidak proporsional”.

Polisi Inggris hari Senin (12/10) menarik seluruh polisi yang mengepung Kedutaan Besar Ekuador di London yang menjadi tempat persembunyian pendiri WikiLeaks Julian Assange, dengan mengatakan penempatan polisi itu “tidak proporsional” karena tidak ada tanda-tanda kapan kebuntuan politik selama tiga tahun ini akan berakhir.

The Metropolitan Police mengatakan pasukannya akan tetap berupaya keras menangkap Assange, yang meminta perlindungan di Kedutaan Besar Ekuador di London pada Juni 2012 untuk menghindari ekstradisi ke Swedia, guna dihadirkan ke sidang pengadilan terkait dugaan kejahatan seksual.

Polisi mengatakan karena “tidak ada kemungkinan tercapainya resolusi hukum atau diplomatik dalam waktu dekat ini” maka kehadiran polisi selama 24 jam dinilai “tidak lagi proporsional”.

Ekuador telah memberi jaminan suaka politik kepada Assange, tetapi ia akan ditangkap jika meninggalkan kantor kedutaan tersebut.

Kepala Layanan Diplomatik Inggris Simon McDonald memanggil Duta Besar Ekuador ke Foreign Office hari Senin (12/10) untuk menyampaikan “rasa frustrasi yang mendalam” karena tidak adanya kemajuan untuk menyelesaikan kebuntuan tersebut.

Operasi polisi selama 24 jam di luar kompleks Kedutaan Besar Ekuador di London itu telah menjadi kontroversi, sebagian karena besarnya biaya yang dikeluarkan. Polisi mengatakan hingga April 2015, biaya operasi itu mencapai 11,1 juta poundsterling atau sekitar 17,6 juta dolar.

Dalam pernyataannya polisi mengatakan Assange masih akan ditahan karena melanggar peraturan jaminan tahanan luar, dan bersembunyi di kedutaan besar itu sementara ia dicari untuk ditanyai tentang dugaan serangan seksual di Swedia. Ditambahkan, jika Assange meninggalkan kedutaan besar itu maka polisi akan “mengirim sejumlah personilnya untuk menangkapnya”.

Tim jaksa Swedia Agustus lalu mencabut tuduhan dugaan pelanggaran seksual terhadap peretas komputer asal Australia berusia 44 tahun itu, tetapi masih ingin menanyainya terkait tuduhan perkosaan yang dilakukannya ketika ia berkunjung ke Swedia tahun 2010.

Assange menyangkal seluruh tuduhan itu dan yakin ekstradisi ke Swedia hanya merupakan langkah pertama untuk membawanya ke Amerika, terkait kegiatan pembocoran rahasia pemerintah Amerika melalui WikiLeaks.

Pejabat-pejabat Swedia telah melangsungkan pertemuan dengan Ekuador untuk menanyai Assange di kedutaan di London, tetapi sejauh ini hal itu belujm terjadi.

Awal tahun ini, Kepala Metropolitan Police Bernard Hogan-Howe mengatakan pihaknya sedang mengkaji-ulang operasi polisi terkait keberadaan Assange di Kedutaan Besar Ekuador di London karena ongkosnya yang sangat besar. [em/ii]

Recommended

XS
SM
MD
LG