Tautan-tautan Akses

Inggris Alokasikan £55 Juta untuk Pendidikan Anak Perempuan di Negara Berkembang


Gedung Parlemen Inggris di London, 10 Maret 2017.

Inggris, Kamis (13/5), akan memaparkan anggaran baru bernilai £55 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun bagi pendidikan di negara-negara berkembang. Anggaran itu adalah bagian dari upaya untuk mendorong lebih dari 40 juta anak perempuan mengenyam pendidikan di sekolah dalam lima tahun ke depan.

Perdana Menteri Boris Johnson mendapat kecaman karena memangkas anggaran bantuan luar negeri Inggris guna mengatasi defisit yang membengkak akibat kebijakan kuncitara (lockdown) terkait virus corona.

Namun, Boris Johnson akan bergabung dengan mantan perdana Menteri Australia Julia Gillard dalam kunjungan ke sebuah sekolah Inggris pada Kamis (13/5), di mana mereka akan mengumumkan bantuan baru bagi pendidikan anak perempuan untuk mencegah bahaya pandemi yang merujuk pada "generasi yang hilang".

Kantor Perdana Menteri Inggris mengatakan Johnson dijadwalkan turut serta dalam interaksi kelas secara langsung dengan anak-anak sekolah di Kenya untuk mendorong para pemimpin dunia agar menanamkan investasi dalam bidang pendidikan.

Ia berkomitmen mengalokasikan £55 juta untuk sebuah program baru yang merupakan "upaya cepat untuk memasukkan anak perempuan ke sekolah dan belajar.”

"What Works Hub for Global Education" memberikan rekomendasi pada pemerintah di seluruh Afrika dan Asia tentang cara terbaik mereformasi sistem sekolah dan mendukung perempuan mendaftarkan diri sekolah, yang juga menjadi bagian penting dari kepemimpinan Inggris dalam kelompok G7.

"Mendukung anak perempuan untuk mengenyam pendidikan berkualitas selama 12 tahun adalah salah satu investasi paling cerdas yang dilakukan ketika dunia pulih dari COVID-19," kata Johnson dalam sebuah pernyataan.

Pertemuan Tingkat Tinggi Pendidikan Global Inggris-Kenya di London pada bulan Juli itu bertujuan mengumpulkan $5 miliar selama lima tahun ke depan. [mg/em]

XS
SM
MD
LG