Tautan-tautan Akses

Inggris Akan Kutip Biaya $ 1.200 untuk Pekerjakan Karyawan dari UE Setelah Brexit


ARSIP - Iosif Achim, manajer logistik berusia 32 tahun asal Rumania, kanan, berdiri di lokasi konstruksi sambil melayani wawancara (24/6/2016). London, Inggris. (foto: AP Photo, Pawel Kuczynski)

Majikan yang mempekerjakan pekerja trampil dari Uni Eropa akan dikenakan kutipan sebesar seribu poundsterling atau $ 1.200 per tahun setelah keluarnya Inggris dari blok tersebut.

Inggris mempertimbangkan untuk mengenakan majikan seribu poundsterling atau $ 1.200 per tahun untuk setiap pekerja trampil yang direkrut dari Uni Eropa, setelah Inggris meninggalkan blok itu, kata Menteri Imigrasi Inggris, Robert Goodwill, Rabu.

Goodwill mengatakan kepada komite Majelis Tinggi biaya yang dikenakan itu adalah “sesuatu yang telah disarankan untuk kita lakukan'' bagi pekerja dari Uni Eropa.

Inggris telah menyetujui pungutan tersebut untuk pekerja asing dari negara-negara non-Uni Eropa. Ini berlaku pada bulan April. Sekarang ini, warga dari 27 negara anggota Uni Eropa lainnya berhak untuk tinggal dan bekerja di Inggris. Tetapi hak itu berakhir setelah Inggris keluar dari blok itu.

Pemerintah telah menetapkan tujuan mengurangi imigrasi ke Inggris di bawah 100.000 orang per tahun. Sekarang ini jumlahnya lebih dari 300.000 setahun.

Setelah menyebut biaya 1.000 poundsterling, Goodwill mengatakan hal itu jauh dari pasti. Pembicaraan Inggris keluar dari Uni Eropa belum dimulai dan “kami tidak dalam posisi untuk benar-benar berspekulasi mengenai penyelesaian dicapai dari perundingan pasca-Brexit,'' katanya.

Kelompok bisnis mengkritik gagasan kutipan beaya bagi pekerja asing. Kepala penempatan dan keterampilan pekerja di Institute of Directors, Seamus Nevin, mengatakan, pengusaha “tidak bisa menanggung akibat ganda dari banyaknya peraturan dan kemudian, jika mereka berhasil menemukan kandidat yang tepat, kemungkinan ada lagi biaya tambahan.”

Goodwill juga mengatakan kemungkinan bahwa pekerja pertanian akan diizinkan untuk datang ke Inggris sebagai pekerja musiman jangka pendek. Banyak petani Inggris mengandalkan pekerja Eropa Timur untuk memetik buah-buahan dan sayuran, dan khawatir akan kekurangan tenaga kerja jika Inggris meninggalkan Uni Eropa. [ps/al]

XS
SM
MD
LG