Tautan-tautan Akses

Indonesia Serahkan Kapal Pesiar Terkait Kasus 1MDB Kepada FBI


Para petugas Indonesia bersiap menaiki kapal pesiar mewah 'Equanimity' yang diberitakan bernilai $250 juta dan dimiliki oleh mantan penasihat tak resmi dana investasi Malaysia 1MDB, di Benoa, Bali, 28 Februari 2018.
Para petugas Indonesia bersiap menaiki kapal pesiar mewah 'Equanimity' yang diberitakan bernilai $250 juta dan dimiliki oleh mantan penasihat tak resmi dana investasi Malaysia 1MDB, di Benoa, Bali, 28 Februari 2018.

Kapal pesiar mewah yang berkaitan dengan dugaan kasus korupsi dana investasi negara Malaysia atau 1MDB senilai $4,5 miliar, diserahkan kepada Biro Penyelidik Federal AS (FBI) yang menyelidiki skandal itu, AFP melaporkan, mengutip keterangan polisi, Kamis (8/3).

Pihak berwenang Amerika Serikat dan Indonesia minggu lalu menyelidiki kapal mewah Equanimity seharga $250 juta yang terdaftar di Kepulauan Cayman, setelah menyita kapal itu pada saat labuh jangkar di Bali.

“Proses (serah terima) sedang berjalan,” kata Daniel Silitonga, wakil direktur tindak pidana ekonomi khusus (Tipideksus) Bareskrim Mabes Polri, kepada AFP.

Departemen Kehakiman AS dalam gugatan perdata menuduh dana senilai $4,5 miliar telah dijarah dari 1MDB dalam upaya pemberantasan tindak pidana penipuan dan pencucian uang. 1MDB didirikan oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Baik Najib maupun lembaga 1MDB telah menyangkal tuduhan itu.

Dalam gugatan itu terdapat aset-aset senilai $1,7 miliar yang diduga dibeli dengan menggunakan dana curian. Para pejabat AS berusaha mendapatkan kembali dana-dana itu.

Aset-aset tersebut termasuk kapal pesiar mewah berukuran 300 kaki (90 meter) yang menurut para pejabat AS dibeli oleh investor Malaysia, Jho Low, penasihat tidak resmi 1MDB. [ft]

XS
SM
MD
LG