Tautan-tautan Akses

India Tuduh Pakistan Mutilasi 2 Tentaranya di Kashmir


Tentara angkatan darat India berpatroli di dekat garis perbatasan kontrol militer yang membagi wilayah Kashmir menjadi dua wilayah India dan Pakistan di sektor Pallanwal, 75 kilometer dari Jammu, India, 4 Oktober 2016. (AP Photo/Channi Anand)
Tentara angkatan darat India berpatroli di dekat garis perbatasan kontrol militer yang membagi wilayah Kashmir menjadi dua wilayah India dan Pakistan di sektor Pallanwal, 75 kilometer dari Jammu, India, 4 Oktober 2016. (AP Photo/Channi Anand)

Tentara India menuduh tentara Pakistan membunuh dua tentara India dan memutilasi tubuh mereka di perbatasan wilayah sengketa Kashmir. India berjanji akan membalas sehingga meningkatkan ketegangan antara kedua negara yang hubungannya sangat memburuk dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut tentara India, kedua tentaranya tewas pada saat sedang melakukan patroli ketika pasukan Pakistan menembakkan roket dan mortir ke dua pos militer India di sektor Khrisna Ghati, Senin (1/5).

Pernyataan tentara mengatakan, “dalam tindakan yang tidak mencerminkan sifat tentara,” mayat kedua tentara dimutilasi. Dikatakan, “tindak tercela tentara Pakistan itu akan dibalas setimpal.”

Tentara Pakistan menepiskan tuduhan memutilasi mayat tentara itu, dan mengatakan bahwa tuduhan itu keliru. Tentara Pakistan mengatakan tidak melakukan pelanggaran gencatan senjata apapun.

Ini bukan pertama kalinya tentara India menuduh tentara Pakistan memutilasi mayat tentara. Tentara India melontarkan tuduhan serupa bulan November.

Tembakan lintas perbatasan yang mengakibatkan tewasnya tentara dan warga sipil kedua pihak telah meningkat di perbatasan Kashmir sejak bulan September ketika hubungan memburuk ke titik terendah setelah serangan terhadap sebuah kamp tentara India yang menewaskan 17 tentara. Kedua pihak saling menyalahkan yang lain dalam insiden itu.

Yang resah bukan saja perbatasan di Kashmir yang dijaga ketat secara militer. Kekerasan juga meningkat di Kashmir India, ijmana New Delhi kewalahan menghadapi protes yang meningkat di jalanan menentang kekuasaan India dan serangan militan.

Hari Senin, pihak berwenang di ibukota Kashmir, Srinagar, mengatakan lima polisi dan dua pejabat bank tewas ketika militan menyergap sebuah mobil van bank di distrik Kulgam dan merampok sejumlah besar uang tunai.

Pekan lalu, tiga tentara India tewas dalam serangan oleh militan terhadap sebuah kamp tentara di Kashmir.

Sementara India menuding kelompok-kelompok teroris Islamis yang berbasis di Pakistan sebagai pelaku kekerasan di Kashmir, Islamabad menyanggahnya dengan keras.

Setelah berbicara dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan yang berkunjung ke India, Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan semua negara perlu bersatu untuk “mencerabut jejaring teroris dan pendanaan mereka dan menghentikan gerakan teroris melintasi perbatasan negara.” [ds]

XS
SM
MD
LG