Tautan-tautan Akses

IFRC: Covid Dapat Pengaruhi Pola Migrasi Selama Bertahun-tahun


Pejalan kaki menyeberangi Jembatan Internasional McAllen Hidalgo di Hidalgo, Texas, dari Meksiko, 20 Maret 2020. (Foto: dok).

Sekjen Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) mengatakan ia memperkirakan virus corona akan berdampak besar terhadap migrasi selama bertahun-tahun mendatang.

Jagan Chapagain mengatakan kepada kantor berita Perancis AFP “orang-orang akan merasa terdorong untuk pindah” sewaktu perbatasan-perbatasan dibuka, karena hilangnya mata pencaharian dan kerawanan pangan.

Ada lebih dari 15,5 juta orang terinfeksi Covid-19 di seluruh dunia, dan lebih dari 633 ribu kematian akibat virus itu, sebut Johns Hopkins University.

Hari Jumat (24/7), India melaporkan lonjakan kasus terbesar dalam waktu 24 jam, 49.310, dengan 740 kematian.

Menurut Johns Hopkins University, AS terus berada di posisi teratas jumlah kasus Covid di dunia dengan lebih dari empat juta orang yang terinfeksi, Brazil di tempat ke-dua dengan lebih dari 2 juta kasus dan selanjutnya India dengan lebih dari satu juta kasus.

Warga antre di luar Pusat Karir Kentucky menunggu bantuan untuk klaim bantuan pengangguran di Frankfort, Kentucky, 18 Juni 2020.
Warga antre di luar Pusat Karir Kentucky menunggu bantuan untuk klaim bantuan pengangguran di Frankfort, Kentucky, 18 Juni 2020.

Sementara lonjakan kasus virus corona memaksa banyak bisnis tutup atau mengurangi operasinya, ada lonjakan tajam dalam jumlah pekerja Amerika yang meminta tunjangan pengangguran pekan lalu. Departemen Tenaga Kerja AS Kamis melaporkan bahwa sekitar 1,4 juta pekerja yang terimbas beragam kebijakan lockdown telah mengajukan permintaan mendapat tunjangan pengangguran. Ini mengakhiri penurunan jumlah pemohon baru yang telah berlangsung 15 pekan berturut-turut.

Angka-angka pengangguran itu dirilis sementara pemimpin fraksi mayoritas di Senat Mitch McConnell bersiap-siap mengungkapkan paket bantuan penyelamatan terkait Covid-19 sebanyak 1 triliun dolar. DPR AS yang dipimpin fraksi Demokrat meloloskan legislasi mengenai paket bantuan senilai 3,5 triliun dolar lebih dari dua bulan silam dan menyerukan lebih banyak lagi dana untuk membantu pemerintah negara bagian dan lokal yang kesulitan karena berkurangnya pendapatan dari pajak dan biaya.

Senat yang dipimpin fraksi Republik bersikeras membatasi dana itu sekitar 1 triliun dolar dan penggunaan sebagian dana itu untuk perlindungan hukum baru bagi sekolah-sekolah, bisnis dan lembaga-lembaga amal yang siap beroperasi kembali.

Ruang kelas di St. Benedict School, di Montebello, dekat Los Angeles, California, AS, di tengah pandemi Covid-19, 14 Juli 2020. (REUTERS / Lucy Nicholson)
Ruang kelas di St. Benedict School, di Montebello, dekat Los Angeles, California, AS, di tengah pandemi Covid-19, 14 Juli 2020. (REUTERS / Lucy Nicholson)


Presiden Donald Trump menginginkan 105 miliar dolar untuk dana pendidikan dalam paket penyelamatan mendatang, dengan mengatakan ia ingin sekolah-sekolah memiliki dana sebagai insentif untuk buka kembali pada musim gugur mendatang dan bagi keluarga-keluarga untuk memiliki pilihan sekolah.

Hampir semua sekolah negeri dan swasta ditutup sejak Maret dan para siswa harus belajar dari jarak jauh.

“Saya ingin melihat sekolah buka, buka 100 persen. Dan kita akan melakukannya dengan aman, dengan hati-hati,” kata Trump, Kamis (23/7) dalam konferensi pers harian mengenai virus corona.

Para ilmuwan dan kalangan pendidik terus berdebat mengenai keamanan membuka kembali sekolah-sekolah.

Sementara itu Program Pembangunan PBB (UNDP), Kamis (23/7) merekomendasikan agar hampir 3 miliar warga termiskin di dunia untuk mendapatkan penghasilan temporer guna membantu membendung penyebaran virus.

Menurut laporan itu, 199 miliar dolar per bulan akan memberi 2,7 miliar warga yang tinggal di bawah atau sedikit di atas garis kemiskinan di 132 negara berkembang suatu penghasilan dasar dan “sarana untuk membeli makanan dan membayar biaya kesehatan dan pendidikan.”

Pandemi Covid telah mempengaruhi cara Kongres AS memberi penghormatan kepada mendiang toko hak-hak sipil dan anggota DPR John Lewis yang meninggal dunia pekan lalu. Upacara kecil yang dihadiri khusus undangan saja akan diselenggarakan di Rotunda di gedung Kongres. Pada situasi normal, masyarakat dapat berjalan di samping peti jenazahnya di Rotunda. [uh/ab]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG