Tautan-tautan Akses

Human Rights Watch Kecam Sikap “Memalukan” Komite Olimpiade Internasional dalam Kasus Peng Shuai


Petenis asal China Peng Shuai melambaikan tangannya kepada para penonton setelah kalah dalam babak pertama turnamen Australia Terbuka di Melbourne, Australia, pada 15 Januari 2019. (Foto: AP/Mark Schiefelbein)

Human Rights Watch menyebut langkah Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach yang melakukan panggilan video call dengan petenis China Peng Shuai, sebagai hal yang “memalukan.” Organisasi tersebut menyebut langkah itu sebagai propaganda yang dilakukan oleh pemerintah China.

Dalam konferensi pers virtual pada Selasa (23/11), Jules Boykoff, seorang akademisi dan penulis buku tentang sejarah politik Olimpiade, mengatakan Bach “menunjukkan sikap abai yang mengerikan” atas tuduhan Peng Shuai tentang kekerasan seksual yang dialaminya, yang dilakukan oleh mantan pejabat Partai Komunis China terkemuka; agar tidak menyinggung tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2022 itu.

Boykoff mengatakan apa yang Bach lakukan sebagai sikap agar tidak menyinggung China yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2022.

Foto yang diunggah di halaman situs Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada 21 November 2021 menunjukkan Presiden IOC Thomas Bach sedang berbincang dengan petenis China Peng Shuai, yang sempat menghilang setelah melaporkan kekerasan seksual yang dialami oleh dirinya. (Foto: IOC handout via AFP)
Foto yang diunggah di halaman situs Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada 21 November 2021 menunjukkan Presiden IOC Thomas Bach sedang berbincang dengan petenis China Peng Shuai, yang sempat menghilang setelah melaporkan kekerasan seksual yang dialami oleh dirinya. (Foto: IOC handout via AFP)

Dalam video call dari Beijing pada Minggu (21/11), Peng Shuai, yang sebelumnya tidak pernah lagi terlihat di depan publik sejak menyampaikan tuduhan pelecehan seksual pada 2 November lalu, mengatakan pada Bach bahwa ia berada dalam kondisi aman dan sehat.

Menurut sebuah foto yang dirilis penyelenggara turnamen tenis pemuda di Beijing, sehari sebelum video call itu Peng Shuai muncul di turnamen tersebut.

Video call yang berlangsung selama 30 menit itu dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia atas nasib Peng Shuai setelah ia menyampaikan tudingan pelecehan seksual yang dilakukan oleh mantan wakil perdana menteri China Zhang Gaoli. [em/lt]

Lihat komentar (1)

XS
SM
MD
LG