Tautan-tautan Akses

Hubungan Turki dengan Negara Adidaya Hadapi Tantangan Baru


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato dalam pertemuan di Ankara, 5 Oktober 2017. (Foto:Dok)

Letak geografis Turki di persimpangan Eropa dan Asia menempatkannya ditengah-tengah perpecahan politik, militer dan ekonomi, dan menjadikan negara ini incaran kekuatan besar seperti Amerika, Rusia, dan China. Mereka khawatir gagal membina Turki sebagai sekutu mereka masing-masing.

Meskipun ada serangkaian pertikaian, Ankara sejauh ini berhasil mempertahankan persahabatan dengan ketiga negara adi daya itu, berperan sebagai anggota NATO yang penting, dan sekutu Amerika. Amerika menyimpan senjata nuklir dan punya kehadiran pasukan militer yang besar, serta mengoperasikan sebuah pangkalan udara di Turki.

Turki juga menyediakan jalur untuk pengiriman minyak dari Laut Hitam, dan negara itu berperan sebagai jembatan ke Asia yang semakin penting dengan kehadiran One Belt One Road project yang digagas China.

Dengan munculnya ISIS di Irak dan Suriah, Turki memainkan peran penting dalam perang melawan ekstremisme.

Tetapi Presiden Recep Tayyip Erdogan yang cenderung ke arah konservatisme otoriter telah menimbulkan pertanyaan mengenai jalur yang akan diambil Turki di masa depan. Upayanya untuk menjadi anggota Uni Eropa terhambat, demikian juga hubungan dengan Jerman dan negara-negara lain di kawasan itu akibat perlakuannya terhadap minoritas Kurdi di Turki.

Hubungan dengan Amerika mengalami kemunduran akibat penolakan Washington untuk menyerahkan Fethullah Gulen, seorang ulama Turki yang dituduh oleh Ankara terlibat dalam upaya kudeta untuk menggulingkan Erdogan tahun lalu.

Sementara itu Turki, yang pernah berfungsi sebagai pos pengamatan Rusia untuk NATO, mulai mempererat hubungan dengan Presiden Vladimir Putin, dan baru-baru ini mengumumkan kesepakatan untuk membeli sistem misil darat ke udara S400 buatan Rusia.

Turki juga memihak Qatar, yang dituduh mendukung terorisme. Sementara Arab Saudi dan negara-negara lain memutuskan hubungan dengan Qatar, Turki telah membuka sebuah pangkalan militer di sana dan memberi bantuan kepada Qatar.

Sejauh mana Erdogan mampu mempertahankan kendali ketat atas negaranya, akan menjadi faktor utama bagaimana Amerika akan beroperasi di kawasan itu. [jm]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG