Tautan-tautan Akses

Hari Anak Nasional di Sulteng, Kampanyekan Cukup Gizi Anak dan Balita


Para pelajar tingkat Sekolah Dasar ikut lomba menghias celengan dalam rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional di Sigi, Sulawesi Tengah, 18 Juli 2019. (Foto: VOA / Yoanes Litha)
Para pelajar tingkat Sekolah Dasar ikut lomba menghias celengan dalam rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional di Sigi, Sulawesi Tengah, 18 Juli 2019. (Foto: VOA / Yoanes Litha)

Sekitar 500 anak memeriahkan rangkaian acara Hari Anak Nasional (HAN) 2019 di Sigi, Sulawesi Tengah. Mengangkat tema ‘Kualitas keluarga Penopang Perlindungan Anak’ kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sigi bekerjasama dengan Wahana Visi Indonesia dan Bank HSBC itu ingin memunculkan kepedulian semua pihak untuk mewujudkan lingkungan yang berkualitas bagi anak termasuk lingkungan yang sehat dan akses terhadap fasilitas kesehatan yang mudah pasca bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi pada 28 September 2018 silam.

Dengan penuh keceriaan, 500-an anak mengikuti rangkaian kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional yang digelar di lapangan desa Tulo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (18/7). Ada yang mengikuti lomba menghias celengan, lomba cerdas cermat dan lomba baca puisi.

Untuk sesaat anak-anak yang beberapa di antaranya masih tinggal di lokasi-lokasi pengungsian di Sigi, Sulawesi Tengah itu bersaing dalam kegiatan lomba yang di warnai canda tawa mereka.

Diswita Zahrani yang baru menginjak usia 15 tahun, kepada VOA mengatakan kegiatan itu cukup menyenangkan karena bertemu dengan banyak anak-anak lainnya yang datang dari sekolah lainnya di wilayah itu. Bagi pelajar kelas 1 SMK Sidera tersebut, harapan terbesar bagi dirinya agar pemerintah bisa segera memperbaiki kondisi sekolah mereka yang kini rusak akibat bencana alam.

“Kita sekolahnya tinggal di Huntara terus pagarnya juga tidak ada jadi kita harap sekolah kita kembali seperti dulu lagi, ketat seperti dulu, adanya seperti dulu, terus jalan ke sekolah juga di perbaiki karena jalannya buat kita kita sakit badan, jadi kita pergi pulang sekolahnya tidak enak badan sudah, apalagi kalau ada air hujan, jadi kita harus lewat sungai menyebarang lagi,” keluh Diswita.

Para pelajar tingkat Sekolah Dasar ikut lomba menghias celengan dalam rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional di Sigi, Sulawesi Tengah, 18 Juli 2019. (Foto: VOA / Yoanes Litha)
Para pelajar tingkat Sekolah Dasar ikut lomba menghias celengan dalam rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional di Sigi, Sulawesi Tengah, 18 Juli 2019. (Foto: VOA / Yoanes Litha)

Diswita adalah satu dari banyak anak-anak yang kini tinggal di Hunian Sementara (Huntara) bersama keluarga mereka dalam bilik yang berukuran 6 x 6 meter. Ia menceritakan tinggal di Huntara membuat ia tidak merasa bebas seperti tinggal di rumah sendiri seperti sebelum bencana alam, dimana kini segala sesuatu yang dilakukan di dalam huntara sebisa mungkin tanpa mengganggu keluarga lain yang hanya dibatasi dinding yang terbuat dari kalsiboard.

“Kondisi Huntara-nya ...Alhamdulillah bagus. Hanya kita tidak enakkan, kalau misalkan kita ribut atau mau lakukan sesuatu seperti yang di rumah biasa. Kita tidak enakkan dengan yang di samping, jadi tidak bisa kita bebas. Terus ruangannya juga kecil, terbatas, jadi kita pasang lemarinya cuma berapa, tempat tidurnya cuma berapa terus WC-nya juga jauh,” tambah Diswita lagi.

Diswita berharap dalam peringatan Hari Anak Nasional tahun 2019 ini, kondisi anak-anak terdampak bencana alam di Sulawesi Tengah akan mendapatkan perhatian lebih dari Pemerintah dan berbagai pihak lainnya setidaknya dengan segera memperbaiki sekolah-sekolah mereka yang mengalami kerusakan, serta percepatan pembangun Hunian Tetap.

Dampak bencana, anak dan balita sulit mendapatkan sumber pasokan gizi.

Rangkaian Peringatan Hari Anak Nasional di Sigi Sulawesi Tengah dengan tema ‘Kualitas Keluarga Penopang Perlindungan Anak’ dan slogan ‘Kita Anak Indonesia, Kita Sehat dan Gembira’ diinisiasi oleh Wahana Visi Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sigi dan HSBC. Tema ini dipilih untuk memunculkan kepedulian setiap pihak untuk mewujudkan lingkungan yang berkualitas bagi anak, termasuk lingkungan yang sehat dan akses terhadap fasilitas kesehatan yang mudah bagi anak-anak di Sulawesi Tengah pasca bencana alam.

Sabtarina selaku Area Program Manager Wahana Visi Indonesia Sulawesi Tengah, menyebutkan isu kesehatan terkait minimnya gizi yang diterima anak serta sulitnya masyarakat menemukan fasilitas kesehatan pascabencana masih menjadi sorotan banyak pihak. Hal ini turut diperparah dengan adanya fakta lebih dari 20 fasilitas kesehatan turut terdampak bencana, serta banyaknya anak dan balita yang mengonsumsi makanan tidak sehat akibat sulitnya mendapatkan sumber pasokan gizi pasca terjadinya gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah.

“Kan kalau anak kurang gizi itu erat hubungannya dengan makanannya sementara setelah bencana kita tahu pasokan makanan secara jalur distribusi maupun tanamannya bermasalah sehingga itu bisa jadi akan berdampak terhadap asupan yang diperoleh oleh anak,” kata Sabtarina di lapangan desa Tulo, Sigi.

Kegiatan lomba cerdas cermat yang diikuti oleh pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama dalam kegiatan Hari Anak Nasional di Sigi, Sulawesi Tengah, 18 Juli 2019. (Foto: VOA/Yoanes Litha)
Kegiatan lomba cerdas cermat yang diikuti oleh pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama dalam kegiatan Hari Anak Nasional di Sigi, Sulawesi Tengah, 18 Juli 2019. (Foto: VOA/Yoanes Litha)

Wahana Visi Indonesia bersama HSBC dalam mengupayakan pemulihan kondisi kesehatan bagi masyarakat terdampak terwujud dalam bantuan ketersediaan fasilitas kesehatan melalui posyandu darurat, ruang ramah ibu dan anak, program pemberian makan bayi dan anak (PMBA), pelatihan relawan petugas kesehatan dan kader kesehatan yang tersebar di 12 wilayah di Sigi dan Palu.

Melalui program kerja sama ini, lebih dari 1.000 masyarakat telah menerima manfaat dan lebih dari 700 orang tua telah menikmati fasilitas kesehatan dalam program PMBA dan Ruang Ramah Ibu dan Anak yang memadai di posko evakuasi.

“Karena Wahana Visi bukan hanya Wahana Visi saja sebenarnya, tapi juga ada pihak-pihak lain. Ada NGO-NGO lain yang juga sebenarnya terfokus pada hal itu. Kalau kami di Wahana Visi, salah satunya memang kami terfokus bagaimana ibu hamil itu menjadi salah satu perhatian, jadi bukan hanya sekedar di bayinya tapi bagaimana kemudian saat dia hamil dia sudah mendapatkan asupan gizi. Entah itu yang berada di Huntara atau tidak,” jelas Sabtarina.

Rangkaian kegiatan HAN 2019 di Kabupaten Sigi dibuka oleh perwakilan DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) dan dimeriahkan oleh berbagai perlombaan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatan, seperti lomba balita sehat, lomba cerdas cermat, lomba menghias celengan, dan lomba mengumandangkan adzan. Rangkaian acara ini turut diramaikan dengan sosialisasi dan promosi kesehatan oleh para kader kesehatan.

Secara nasional Peringatan Hari Anak Nasional 2019 akan dilaksanakan pada Selasa, 23 Juli 2019 di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan dengan tema Peran Keluarga Dalam Perlindungan Anak, yang diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian semua warga bangsa Indonesia, baik orang tua, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media massa dan pemerintah terhadap pemenuhan hak dan perlindungan khusus agar anak Indonesia yang berjumlah 79,6 juta pada tahun 2018 dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, sehingga menjadi generasi penerus yang berkualitas tinggi. [yl/jm]

Recommended

XS
SM
MD
LG