Tautan-tautan Akses

Harga Minyak Merangkak Naik Jelang Penerapan Sanksi Atas Iran


Seorang pekerja sedang menyesuaikan katup aliran air di pipa minyak di lapangan Sakhir, Bahrain, 18 Februari 2016.
Seorang pekerja sedang menyesuaikan katup aliran air di pipa minyak di lapangan Sakhir, Bahrain, 18 Februari 2016.

Harga minyak merangkak naik karena sanksi yang dijatuhkan AS terhadap Iran mulai mengurangi ekspor minyak mentah negara itu hingga berakibat pasokan global makin ketat, Reuters melaporkan, Selasa (11/9).

Kontrak berjangka minyak Brent naik sebanyak 50 sen dolar menjadi $77,87/barel hari ini, sedangkan harga minyak AS naik 15 sen dolar menjadi $67,69 per barel.

Harga minyak terkerek naik meski AS mengumpulkan produsen minyak lainnnya untuk menaikkan produksi.

“Pasar…memperkirakan tekanan harga yang cukup besar karena sanksi-sanksi atas Iran makin membayang,” kata Stephen Innes, kepala perdagangan Asia-Pasifik dari pialang perdagangan berjangka OANDA di Singpura, seperti dikutip oleh Reuters.

Washington mengatakan kepada para sekutunya untuk mengurangi impor minyak mentah Iran. Beberapa pembeli minyak mentah Asia, seperti Korea Selatan, Jepang, dan India tampaknya mengikuti seruan tersebut.

Tapi pemerintah AS sendiri tidak ingin mendorong harga minyak, yang bisa berakibat menekan aktifitas ekonomi atau bahkan memicu perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Menteri Energi AS Rick Perry bertemu dengan Menteri Energi Khalid al-Falih pada Senin (10/9) di Washington karena pemerintahan Trump mendorong negara-negara produsen minyak besar untuk tetap menjaga produksi minyak tetap tinggi. Perry akan bertemu dengan Menteri Energi Rusia Alexander Novak pada Kamis (13/9) di Moskow. [ft]

Recommended

XS
SM
MD
LG