Tautan-tautan Akses

Hadapi Tuduhan Pengkhianatan, Mantan Presiden Ukraina Kembali ke Negaranya


Mantan Presiden Ukraina Petro Poroshenko menyapa para pendukungnya saat ia tiba di Bandara Internasional Zhuliany di Kyiv, pada 17 Januari 2022. (Foto: AP/Efrem Lukatsky)

Jaksa penuntut di Ukraina telah meminta jaminan senilai $35 juta kepada mantan presiden Petro Poroshenko, yang kembali ke negara itu pada Senin (17/1) untuk menghadapi tuduhan pengkhianatan dalam sebuah kasus yang menurutnya dipenuhi motif politik.

Ribuan pendukungnya menyambut Poroshenko, yang memimpin Ukraina dari tahun 2014 hingga 2019, setelah ia tiba di Kyiv pada Senin (17/1) setelah menjalani penerbangan dari Warsawa.

Poroshenko mengatakan kepada pendukungnya di bandara bahwa ia kembali ke Ukraina untuk membantu negara itu yang menghadapi “ancaman invasi Rusia yang semakin besar.”

“Kita berada disini bukan untuk membela Poroshenko; kita berada disini untuk menggabungkan kekuatan dan membela Ukraina,” katanya.

Setibanya di bandara, ia datang ke gedung pengadilan di pusat kota Kyiv, di mana jaksa penuntut menuduhnya telah secara ilegal menggunakan pendapatan dari penjualan batu bara untuk mendanai kelompok separatis yang didukung oleh Rusia pada 2014 dan 2015. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara selama 15 tahun.

Poroshenko mengatakan, tuduhan tersebut bermotif politik, dan menuduh Presiden Volodymyr Zelenskiy menggunakannya untuk mengalihkan perhatian dari kegagalan pemerintahannya.

Poroshenko pulang ketika Ukraina sedang menghadapi konfrontasi dengan Rusia. Puluhan ribu pasukan Rusia telah dikerahkan ke dekat wilayah perbatasan dengan Ukraina, memicu keprihatinan Amerika Serikat dan beberapa negara Barat.

Sebuah delegasi Amerika berkunjung ke Kyiv pada Senin (17/1) untuk menunjukkan dukungan bagi Ukraina ditengah-tengah konfrontasi tersebut.

Senator Amy Klobuchar, anggota Partai Demokrat, mengatakan kepada VOA Ukraina, “kami, baik Demokrat maupun Republik, dengan pandangan politik berbeda di sini mengatakan, kami bersama Ukraina dan jika Vladimir Putin hendak mengambil jalur antidemokrasinya yang berbahaya dengan melakukan invasi terhadap negara ini, maka akan terdapat sanksi berat dan segera (bagi Rusia).” [jm/em]

Recommended

XS
SM
MD
LG