Tautan-tautan Akses

AS

Ginsburg, Perempuan Pertama yang Disemayamkan di Capitol


Hakim Agung Ruth Bader Ginsburg, perempuan pertama yang disemayamkan di Statuary Hall, Gedung Capitol di Washington D.C., Amerika Serikat, 25 September 2020.

Hakim Agung AS Ruth Bader Ginsburg menjadi perempuan pertama yang disemayamkan di gedung Kongres AS, sewaktu jenazahnya dibawa ke sana hari Jumat (25/9) pagi.

Setelah peti jenazahnya tiba di plaza dekat National Statuary Hall di Capitol, sebuah upacara pribadi bagi keluarga dan tamu-tamu undangan berlangsung di ruang tersebut, di mana peti jenazahnya ditempatkan di landasan kayu yang dibuat untuk menopang peti jenazah Presiden Abraham Lincoln yang dibunuh pada tahun 1865.

Calon presiden dari partai Demokrat Joe Biden serta istrinya, Jill, serta calon wakil presiden pasangannya, Kamala Harris menghadiri acara tersebut.

Wabah virus corona telah membatasi jumlah orang yang diundang untuk mengikuti acara itu.

Para legislator yang tidak diundang ke acara pribadi itu juga dapat memberi penghormatan sebelum jenazahnya dipindahkan pada hari Jumat.

Sebuah pernyataan dari Mahkamah Agung AS menyebutkan Ginsburg, yang juga orang Yahudi pertama yang disemayamkan di Capitol, akan dimakamkan pekan depan dalam suatu upacara pribadi di Taman Makam Nasional Arlington.

Ginsburg sebelumnya disemayamkan selama dua hari di gedung Mahkamah Agung.

Presiden AS Donald Trump disambut dengan ejekan dan seruan “vote him out” sewaktu ia dan Ibu Negara Melania hadir di gedung Mahkamah Agung pada hari Kamis untuk memberi penghormatan kepada Ginsburg.

Presiden Trump, yang mengenakan masker, tidak mengeluarkan pernyataan sewaktu berdiri sejenak tidak jauh dari peti jenazah Ginsburg di anak tangga teratas gedung Mahkamah Agung.

Wakil Presiden Mike Pence memberi penghormatan kepada Ginsburg hari Rabu di gedung Mahkamah Agung.

Ginsburg mendapat penghormatan pada hari Rabu dalam acara privat di Great Hall di gedung tersebut yang dihadiri kerabatnya dan sesama hakim agung. Peti jenazahnya kemudian dipindahkan ke anak tangga depan agar masyarakat dapat melewatinya dan memberi penghormatan hingga Kamis malam.

Ginsburg meninggal Jumat pekan lalu dalam usia 87 tahun karena kanker pankreas yang telah menyebar, mengakhiri 27 tahun masa jabatannya di mahkamah tertinggi AS. Statusnya sebagai pemimpin liberal yang minoritas di mahkamah, serta kegiatannya sebelum menjadi hakim dalam mengupayakan kesetaraan hukum bagi perempuan dalam semua bidang kehidupan di Amerika, membuatnya menjadi ikon budaya. Ia kemudian mendapat julukan “the Notorius R.B.G.”

Kematiannya memicu pertikaian politik mengenai penggantinya. Trump dan anggota Republik di Senat bertekad untuk menunjuk dan mengukuhkan hakim baru sebelum pemilihan presiden 3 November, yang akan membuat konservatif menjadi mayoritas 6 berbanding 3 di mahkamah. Trump Selasa mengumumkan bahwa ia akan menunjuk calon pengisi jabatan seumur hidup itu pada hari Sabtu (26/9). [uh/ab]

XS
SM
MD
LG