Tautan-tautan Akses

Gedung Putih: Referendum Rusia 'Diatur dan Dimanipulasi'


Juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre berbicara dalam sesi konferensi pers harian Gedung Putih di Washington, pada 28 September 2022. (Foto: Reuters/Jonathan Ernst)
Juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre berbicara dalam sesi konferensi pers harian Gedung Putih di Washington, pada 28 September 2022. (Foto: Reuters/Jonathan Ernst)

Sekretaris pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengecam referendum "palsu" yang digelar Rusia di wilayah Ukraina yang diduduki. Ia menilai proses tersebut sebagai proses yang "diatur dan dimanipulasi" dan "langsung dari buku pedoman Kremlin."

Jean-Pierre, pada Rabu (28/9), membuat komentar dalam pemaparan Gedung Putih, sehari setelah pejabat pro-Rusia mengatakan bahwa dalam jumlah yang luar biasa, penduduk di keempat wilayah Ukraina yang diduduki memilih bergabung dengan Rusia dalam referendum yang digelar oleh Kremlin.

Menyebut hasil referendum sebagai "pemaksaan dan disinformasi oleh otoritas boneka," Gedung Putih menyatakan tindakan Rusia "jelas-jelas curang dan tidak memiliki signifikansi hukum apa pun.

"Kami tidak akan pernah mengakui upaya pencaplokan yang ilegal dan tidak sah ini," kata Jean-Pierre.

Hasil yang telah ditentukan sebelumnya itu membuka celah untuk fase baru yang berbahaya dalam invasi Rusia ke Ukraina yang telah berlangsung selama tujuh bulan. Kremlin mengancam akan mengerahkan lebih banyak pasukan ke pertempuran itu dan kemungkinan akan menggunakan senjata nuklir. [ka/jm]

Forum

‚Äč
XS
SM
MD
LG