Tautan-tautan Akses

Gedung Putih Bela Keputusan Trump Beri Salut Militer kepada Jenderal Korut


Presiden AS Donald Trump memberi salut militer kepada Jenderal No Kwang Chol (kanan), disaksikan oleh pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura, Selasa (12/6) lalu.
Presiden AS Donald Trump memberi salut militer kepada Jenderal No Kwang Chol (kanan), disaksikan oleh pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura, Selasa (12/6) lalu.

Gedung Putih hari Kamis (14/6) membela keputusan Presiden Amerika Donald Trump untuk memberikan tanda penghormatan atau salut militer kepada seorang jenderal bintang tiga Korea Utara.

“Adalah kebiasaan yang umum apabila perwira militer dari negara lain memberi salut secara militer, kita harus membalasnya dengan cara yang sama,” kata juru bicara gedung putih Sarah Sanders dua hari setelah Trump kembali dari pertemuan puncaknya dengan pemimpin Korea utara Kim Jong-un di Singapura.

Media resmi Korea utara merilis sebuah video yang menunjukkan Trump mengulurkan tangannya untuk berjabatan dengan Menteri Angkatan Bersenjata Rakyat. Pejabat Korea utara itu tidak menyambut uluran tangan Trump tapi memberikan salut secara militer.

Presiden Trump segera membalas salut militer itu, tapi jenderal Korea Utara tadi mengulurkan tangannya untuk berjabatan. Akhirnya kedua orang itu berjabat tangan.

Saat-saat yang kaku itu menimbulkan pertanyaan, karena Amerika dan Korea Utara secara teknis masih terlibat dalam perang.

“Saya belum pernah melihat seorang presiden Amerika memberi salut militer kepada pejabat militer asing, apalagi pejabat yang bertanggung jawab atas perbudakan dan kamp-kamp tahanan yang kejam di negaranya,” kata James Stavrids, pensiunan laksamana angkatan laut Amerika yang pernah menjadi komandan NATO.

“Itu adalah kesalahan,” tandasnya. [ii]

XS
SM
MD
LG