Tautan-tautan Akses

Gedung Putih Ambil Langkah Baru untuk Atasi Serangan Terhadap Warga Asia-Amerika


Seorang demonstran berdiri antara bendera AS dan sebuah poster saat unjuk rasa menentang kejahatan kebencian terhadap warga Asia-Amerika di luar balai kota Los Angeles, California, Sabtu, 27 Maret 2021. (Foto: Ringo Chiu/Reuters)
Seorang demonstran berdiri antara bendera AS dan sebuah poster saat unjuk rasa menentang kejahatan kebencian terhadap warga Asia-Amerika di luar balai kota Los Angeles, California, Sabtu, 27 Maret 2021. (Foto: Ringo Chiu/Reuters)

Gedung Putih mengumumkan lebih banyak tindakan untuk menanggapi kecaman bahwa Presiden Joe Biden tidak melakukan cukup upaya guna mengatasi lonjakan insiden kebencian terhadap warga Amerika keturunan Asia, serta kurangnya perwakilan Amerika keturunan Asia dan Kepulauan Pasifik AAPI dalam pemerintahan yang baru berumur dua bulan ini.

Diantara beberapa tindakan baru yang diumumkan hari Selasa (30/3) adalah diaktifkan dan diperluasnya kembali Inisiatif Gedung Putih Untuk Warga Amerika Keturunan Asia dan Kepulauan Pasifik atau White House Initiative on Asian Americans and Pacific Islanders WHIAAPI. Inisiatif ini digagas pada masa pemerintahan Presiden Bill Clinton.

“Sebelum hari Selasa ini, Gedung Putih tidak mengambil tindakan untuk menghidupkan kembali WHIAAPI,” ujar kelompok advokasi AAPI Progressive Action. “Aktivis-aktivis AAPI menilai inisiatif itu harus dipindahkan ke badan yang lebih siap mengatasi isu-isu kesehatan dan keselamatan publik yang dihadapi warga Amerika keturunan Asia.”

Koordinator Kebijakan Terkait Kebutuhan Warga Amerika Keturunan Asia

Biden juga akan menunjuk seorang koordinator untuk kebijakan-kebijakan serupa di seluruh pemerintah federal. Para penggiat komunitas ini sebelumnya telah menyampaikan permintaan tersebut.

Gedung Putih juga mengalokasikan sekitar $50 juta bagi AAPI penyintas kekerasan domestik dan serangan seksual, dan bagi inisiatif multi-institusi untuk mengatasi lonjakan kejahatan bermotif kebencian terhadap komunitas tersebut. Sebagian anggaran itu juga akan digunakan untuk membentuk Satgas Kesetaraan COVID-19 guna mengatasi xenophobia terhadap warga Amerika keturunan Asia, yang ekonomi komunitasnya paling terpukul dalam pandemi virus corona ini.

Langkah-langkah ini telah “berada di arah yang tepat, tetapi masih harus ditunggu bagaimana pelaksanaannya,” ujar Jeff Le di Truman National Security Project.

Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki berbicara selama konferensi pers di Gedung Putih, Senin, 22 Maret 2021, di Washington. (Foto AP / Evan Vucci)
Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki berbicara selama konferensi pers di Gedung Putih, Senin, 22 Maret 2021, di Washington. (Foto AP / Evan Vucci)

“Dalam beberapa minggu mendatang, pemerintah Biden akan melangsungkan pertemuan dengan para pemimpin AAPI guna mendengar masukan mereka tentang bagaimana kita dapat memainkan peran yang paling konstruktutif di dalam komunitas tersebut,” ujar juru bicara Gedung Putih Jen Psaki pada wartawan.

“Presiden telah menyampaikan – karena ia merasa sangat penting untuk meningkatkan perhatian – terhadap ancaman terus menerus, ujaran kebencian, dan kekerasan terhadap komunitas Amerika keturunan Asia dalam pidato pertama yang disampaikannya setelah menjabat beberapa minggu lalu.

Kritisi Kurangnya Upaya Melindungi Warga

Gedung Putih terkejut dengan berbagai kecaman dari sebagian anggota Kongres keturunan Asia di dalam partai presiden sendiri baru-baru ini, karena kurangnya wakil-wakil mereka dalam pemerintahan. Pernyataan itu disampaikan pasca insiden penembakan di Atlanta, Georgia dan Boulder, Colorado. Delapan orang tewas, termasuk enam perempuan Asia, dalam penembakan di Atlanta, Georgia. Sementara dalam insiden di Boulder, Colorado, sepuluh orang tewas, termasuk seorang polisi. Insiden yang hanya berselang tiga hari itu memicu demonstrasi di Washington DC dan beberapa kota lain di Amerika.

Pemerintah Biden mengira telah meraih kredibilitas warga Amerika keturunan Asia ketika memilih Kamala Harris sebagai wakil presiden. Ibu Harris bermigrasi dari India.

“Mereka yang duduk di pemerintahan telah mengangkat nama Harris, dan mengatakan “kamu punya Kamala, kamu tidak perlu warga keturunan Asia lain di dalam kabinet itu,” ujar Senator Tammy Duckworth di stasiun televisi CBS Senin lalu (29/3). “Dan saya kira ini sangat ofensif. Mengapa Anda tidak mengatakan 'kami punya presiden laki-laki yang berkulit putih. Jadi seharusnya tidak ada lagi laki-laki berkulit putih di dalam kabinet.” Mengapa mengatakan hal seperti ini pada seseorang yang berasal dari komunitas Asia-Amerika?”

Dawn Cheung dan Victoria Do bertepuk tangan saat memprotes kejahatan kebencian anti-Asia, Washington, A.S. 13 Maret 2021. (Foto: REUTERS/Lindsey Wasson)
Dawn Cheung dan Victoria Do bertepuk tangan saat memprotes kejahatan kebencian anti-Asia, Washington, A.S. 13 Maret 2021. (Foto: REUTERS/Lindsey Wasson)

Duckworth yang berasal dari negara bagian Illinois dan Mazie Hirono dari negara bagian Hawaii – keduanya berasal dari Partai Demokrat – telah menjadi anggota Kongres yang paling vokal, yang menyampaikan keprihatinan tentang kurangnya etnis Asia dalam pemerintahan Biden, di saat terjadinya lonjakan serangan terhadap anggota-anggota komunitas AAPI. Kedua senator itu telah bertekad akan menentang calon-calon yang diajukan Biden hingga ada rencana yang signifikan untuk mengatasi isu-isu warga Amerika keturunan Asia.

Ancaman itu dicabut pekan lalu setelah Duckworth mengatakan Gedung Putih berkomitmen menunjuk seorang pejabat senior Gedung Putih untuk memusatkan perhatian pada isu-isu yang dihadapi warga Amerika keturunan Asia. [em/ft]

XS
SM
MD
LG