Tautan-tautan Akses

G-7 Janjikan Lebih 1 Miliar Dosis Vaksin COVID untuk Negara-negara Miskin


Para pemimpin G-7 telah menyelesaikan pertemuan puncak mereka di Carbis Bay, Inggris.

Para pemimpin G-7 telah menyelesaikan pertemuan puncak mereka di Carbis Bay, Inggris, dan menjanjikan lebih dari satu miliar dosis vaksin COVID-19 untuk negara-negara miskin. Mereka juga mengecam China terkait berbagai isu.

Para pemimpin G-7 telah mengakhiri KTT di Carbis Bay, Inggris. Selain berjanji untuk menyediakan lebih dari satu miliar dosis vaksin COVID-19 untuk negara-negara miskin, para pemimpin mengecam China sehubungan dengan berbagai pelanggaran yang dilakukan negara itu.

Presiden AS Joe Biden mengatakan pada hari Minggu (13/6) bahwa KTT Kelompok Tujuh itu “luar biasa kolaboratif dan produktif,” dan menekankan para pemimpin bersatu dalam upaya pemulihan global setelah pandemi.

“Kami baru saja menyelesaikan pertemuan G-7 yang luar biasa, kolaboratif dan produktif. Semua peserta memahami keseriusan dan tantangan yang kita hadapi dan tanggung jawab kita dari negara-negara yang demokratis yang kita banggakan untuk melangkah maju dan mewujudkannya ke seluruh dunia,” kata Biden.

PM Inggris Boris Johnson dan Presiden AS Joe Biden berbicara pada KTT G-7 di Cornwall, Inggris (12/6).
PM Inggris Boris Johnson dan Presiden AS Joe Biden berbicara pada KTT G-7 di Cornwall, Inggris (12/6).

Berbicara di Newquay, Inggris barat daya, setelah pertemuan puncak tiga hari itu, Biden juga mengatakan para pemimpin G-7 telah mendukung tarif pajak global minimum 15%. “Kami akan mendukung pemulihan ekonomi global dengan meletakkan dasar-dasar bagi ekonomi global yang adil. Para pemimpin G7 mendukung pajak minimum global sebesar 15%. Begitu banyak perusahaan telah terlibat dalam apa yang pada dasarnya adalah surga pajak, dengan memutuskan bahwa mereka bisa membayar jauh lebih kecil di tempat-tempat lain di seluruh dunia.”

Sementara itu, mengenai penyediaan sumbangan vaksin, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan kepada para wartawan bahwa lebih dari satu miliar dosis itu akan dibagikan baik secara langsung maupun melalui COVAX, program yang didukung PBB yang mengirimkan vaksin ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

“Seminggu yang lalu, saya meminta rekan-rekan pemimpin (G-7) untuk membantu mempersiapkan dan menyediakan dosis yang kita butuhkan untuk memvaksinasi seluruh dunia selambatnya pada akhir tahun 2022. Saya sangat gembira bisa mengumumkan bahwa para pemimpin akhir pekan ini telah menjanjikan lebih dari satu miliar dosis, baik langsung maupun melalui pemberian dana kepada COVAX. Itu termasuk 100 juta dosis dari Inggris ke negara-negara termiskin di dunia, yang merupakan langkah besar menuju vaksinasi dunia,” ujar Johnson.

Sebuah komunike yang dikeluarkan pada akhir KTT mengatakan para pemimpin G-7 “akan mempromosikan nilai-nilai kami, termasuk dengan menyerukan kepada China untuk menghormati hak asasi manusia dan kebebasan mendasar, terutama dalam kaitannya dengan Xinjiang dan kebebasan serta otonomi yang lebih luas bagi Hong Kong seperti yang diabadikan dalam Deklarasi Bersama China-Inggris,” kata G7.

Beijing dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius terhadap minoritas Uyghur di Xinjiang serta melakukan pelanggaran di Hong Kong.

Selama bertahun-tahun, Beijing mendapat kecaman internasional yang keras dari negara-negara Barat dan banyak negara-negara Muslim atas perlakuannya terhadap warga Uyghur, yang mencakup pengawasan dan pelanggaran pemerintah yang meluas termasuk pengendalian kelahiran paksa. Kelompok hak asasi manusia mengatakan China telah mengirim lebih dari satu juta orang Uyghur ke kamp-kamp penahanan. Namun China mengatakan kompleks itu adalah “pusat pelatihan kerja” untuk menghentikan penyebaran ekstremisme agama dan serangan teroris.

Selain itu, Beijing telah mendesak Barat agar berhenti mencampuri apa yang disebutnya sebagai urusan internal Hong Kong. Undang-undang keamanan nasional telah mulai berlaku di Hong Kong pada Juni 2020 menyusul protes pro-demokrasi pada 2019.

Para pemimpin G-7 juga menyerukan penyelidikan lebih lanjut mengenai asal-usul COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona.

“Kami juga menyerukan studi Fase 2 di China tentang asal-usul COVID-19 dengan tepat waktu dan transparan oleh para ahli dan berdasarkan sains yang dipimpin oleh WHO, seperti yang direkomendasikan oleh laporan para ahli,” kata G7. [lt/em]

XS
SM
MD
LG