Tautan-tautan Akses

Filipina Tarik Diri dari Mahkamah Kejahatan Internasional


Presiden Filipina Rodrigo Duterte (Foto: dok).
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (Foto: dok).

Keputusan Filipina bulan ini untuk menarik diri dari Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) telah menimbulkan kecurigaan bahwa para pejabat di Manila ingin menghentikan penyelidikan mengenai kampanye anti-narkoba presiden yang telah membunuh banyak orang itu.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengambil langkah untuk menarik diri dari perjanjian yang mengizinkan mahkamah itu didirikan, kata kantornya dan mahkamah dalam pernyataan yang terpisah. Mahkamah yang didirikan tahun 2002 itu terkenal mengadili tindakan-tindakan seperti genosida dan kejahatan perang.

Mahkamah telah mulai melakukan pemeriksaan awal keluhan tentang “perang terhadap narkoba” pemerintahan Duterte, kata juru bicaranya hari Kamis dalam pernyataan di laman situs kantor presiden.

Baca juga: Presiden Filipina Ajak Negara-negara Lain Keluar dari Mahkamah Internasional ICC

Kampanye anti-narkoba Duterte selama dua tahun ini telah membunuh ribuan orang oleh polisi, kata para aktivis pembela hak asasi manusia. Laporan mengenai pembunuhan itu mendatangkan kecaman dari negara-negara Barat tahun 2016 dan 2017, tetapi Duterte menikmati dukungan besar rakyat di dalam negeri karena persepsi bahwa usahanya mengurangi kejahatan sehari-hari di negara Asia Tenggara itu.

Keluar dari mahkamah internasional setelah tujuh tahun menimbulkan kecurigaan bahwa Duterte ingin menghindarkan sorotan internasional terhadap kampanye narkobanya, kata para pakar di Filipina. [gp]

XS
SM
MD
LG