Tautan-tautan Akses

Filipina Batalkan Kesepakatan Keamanan Penting dengan AS


Latihan militer bersama tentara AS dan tentara Filipina di Fort Magsaysay, Nueva Ecija, dekat Manila, 9 Mei 2017. (Foto: dok).
Latihan militer bersama tentara AS dan tentara Filipina di Fort Magsaysay, Nueva Ecija, dekat Manila, 9 Mei 2017. (Foto: dok).

Filipina menyatakan mundur dari sebuah kesepakatan keamanan penting dengan Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Teodoro Locsin Jr. mengumumkan melalui Twitter, Senin (11/2), ia telah mengirimkan surat pembatalan VFA ke Wakil Dubes AS di Manila, menyusul perintah dari Presiden Rodrigo Duterte.

Visiting Forces Agreement (VFA) pada prinsipnya adalah kesepakatan yang dirancang antara pemerintah Filipina dan pemerintah AS terkait militer. Kesepakatan yang ditandatangani tahun 1998 ini, memungkinkan pasukan AS di wilayah Filipina melangsungkan latihan militer dan misi-misi kemanusiaan di wilayah itu.

Duterte telah berulangkali mengancam untuk membatalkan VFA sejak menjabat tahun 2016. Yang terbaru terjadi Januari lalu, setelah Washington membatalkan visa Senator Ronald Dela Rosa. Dela Rosa dulunya adalah kepala polisi nasional Filipina sewaktu Duterte memulai operasi anti-narkoba yang menelan banyak korban jiwa dan dikecam masyarakat internasional dan kelompok-kelompok HAM.

Pembatalan visa Dela Rosa ini terkait dengan berlanjutnya penahanan terhadap Senator Leila de Lima dari partai oposisi, yang dikenal sebagai pengkritik keras operasi anti-narkoba Duterte. Duterte belakangan ini semakin menjauhkan diri dari Washington, dan semakin menunjukkan dukungan pada China dan Rusia.

Pekan lalu, Locsin mengatakan kepada parlemen Filipina, VFA bermanfaat bagi Filipina karena menyediakan latihan dan informasi intelijen penting. VFA juga menyumbang peralatan militer bernilai ratusan juta dolar bagi angkatan bersenjata Filpina, dan berfungsi sebagai penangkal terhadap keagresifan China di Laut Cina Selatan. [ab/uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG