Tautan-tautan Akses

Filipina Antisipasi Pertempuran Panjang Melawan Pemberontak Muslim


Sebuah kendaraan lapis baja (APC) dan pasukan pemerintah berbaris menuju jembatan Mapandi setelah berlangsungnya pertempuran sengit antara tentara dan pemberontak dari kelompok Maute selama 100 hari, yang telah mengambil alih bagian kota Marawi, Filipina selatan 30 Agustus 2017.

Warga Filipina kini bersiap menghadapi perang panjang melawan pemberontak Muslim yang berkubu di sebuah kota yang dilanda kekerasan di Filipina Selatan, meskipun pemerintah menjanjikan perang akan berakhir segera, sebut para analis.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte dan para pejabat militer telah berjanji untuk segera mengalahkan Kelompok Maute di markas mereka, di kota Marawi. Para analis menyatakan pertempuran di kota di pulau Mindanao yang telah lama dilanda kekerasan itu dapat berlangsung selama kelompok tersebut atau simpatisannya mengancam dengan aksi teror mereka, dan bahwa tak ada tanda-tanda ancaman itu berkurang.

Kekerasan oleh pemberontak telah menewaskan sekitar 120 ribu orang sejak tahun 1960-an di Mindanao dan menghambat pembangunan ekonomi pulau yang sebagian besar dililit kemiskinan itu.

Maria Ela Atienza, dosen ilmu politik di University of the Philippines Diliman mengatakan pemerintah menyatakan hanya sedikit kawasan yang dikuasai Kelompok Maute, namun mereka masih tidak dapat menghentikan aksi kelompok tersebut.

Pemerintah mungkin salah perhitungan mengenai kekuatan pemberontak ketika pertempuran dimulai pada Mei lalu, lanjutnya. Dana dan jaringan pendukung mereka mungkin juga meluas ke kota-kota dan negara-negara lain, sehingga mereka semakin sulitdikalahkan, kata sejumlah analis di Filipina.

Sekitar 20 kelompok pemberontak lainnya juga beroperasi di Mindanao untuk menuntut otonomi yang lebih besar dari pemerintah Filipina. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG