Sebuah feri terbalik di Sri Lanka Timur, Selasa (23/11), menewaskan sedikitnya enam orang, kata seorang juru bicara Angkatan Laut.
Dua belas orang telah diselamatkan dan pencarian lainnya masih berlanjut, kata juru bicara Angkatan Laut Kapten Indika de Silva. Belum jelas berapa banyak orang yang naik feri atau apa yang menyebabkannya terbalik.
Empat anak termasuk di antara mereka yang tewas, menurut seorang polisi dan seorang pekerja rumah sakit yang berbicara dengan syarat nama mereka dirahasiakan karena tidak berwenang untuk berbicara kepada media.
Insiden tersebut terjadi sewaktu feri itu sedang dalam perjalanan dari Kurinchakeni ke kota Kinniya di pantai timur negara itu dan sekitar 260 kilometer dari timur laut Ibu Kota, Kolombo, kata juru bicara Angkatan Laut itu.
Kecelakaan feri relatif jarang terjadi di Sri Lanka karena banyak lokasi kini dihubungkan oleh jembatan.
Namun, jembatan yang menghubungkan kedua kota itu telah ditutup untuk diperbaiki, sehingga memaksa orang untuk menggunakan kapal sederhana untuk menyeberangi sungai, kata Naazik Majeed, seorang aktivis sosial di Kinniya.
Penduduk yang marah membakar ban dan mengepung kantor-kantor pemerintah, menyalahkan para pejabat atas kecelakaan itu. [ab/uh]