Tautan-tautan Akses

FBI Selidiki Penembakan oleh Polisi di Minnesota


Jamine Clark menunjuk nama abangnya, Jamar Clark, pada bendera AS terbalik yang bertuliskan nama orang-orang yang mati di tangan polisi, di luar kantor polisi Minneapolis (17/11). (AP/Jim Mone)
Jamine Clark menunjuk nama abangnya, Jamar Clark, pada bendera AS terbalik yang bertuliskan nama orang-orang yang mati di tangan polisi, di luar kantor polisi Minneapolis (17/11). (AP/Jim Mone)

Jamar Clark yang berkulit hitam ditembak ketika bertengkar dengan petugas setelah perselisihan rumah tangga dalam pesta Minggu malam.

Biro Penyelidikan Federal (FBI) akan melakukan penyelidikan terhadap kemungkinan pelanggaran hak-hak sipil dalam peristiwa penembakan oleh polisi terhadap seorang laki-laki kulit hitam di Minneapolis, Minnesota.

Walikota Minneapolis Betsy Hodges meminta penyelidikan itu, yang akan dilakukan bersama penyelidikan lain oleh Minnesota Bureau of Criminal Apprehension.

Jamar Clark, 24, ditembak ketika bertengkar dengan petugas setelah perselisihan rumah tangga dalam pesta Minggu malam. Ia meninggal hari Senin (16/11) di rumah sakit.

Pihak berwenang tidak banyak merilis rincian insiden itu, membuat marah banyak orang yang mengatakan Clark diborgol ketika ditembak. Polisi mengatakan informasi awal menunjukkan ia tidak diborgol.

Sejak penembakan itu, ratusan orang berdemonstrasi di seluruh kota, menuntut polisi merilis video penembakan. Hari Senin, lebih dari 50 orang ditangkap setelah demonstran menutup jalan raya utama selama beberapa jam. [ka]

XS
SM
MD
LG