Tautan-tautan Akses

AS

FBI: Kelompok Supremasi Kulit Putih Berencana Serang Pembangkit Listrik AS


Seorang demonstran membuat simbol dengan jarinya yang diyakini simbol supremasi kulit putih, di Portland, Oregon, 17 Agustus 2020.

Sejumlah anggota kelompok supremasi kulit putih berencana menyerang pembangkit listrik di bagian tenggara Amerika Serikat.

Menurut petikan pernyataan tertulis Biro Penyelidik Federal (the Federal Bureau of Investigation/FBI), seorang remaja Ohio yang diduga membagi rencana itu mengatakan ia ingin kelompok itu “beroperasi” dengan cepat jika Presiden Donald Trump kalah dalam upaya memenangkan masa jabatan keduanya. Pernyataan FBI itu secara tidak sengaja terungkap untuk umum.

Pernyataan itu mengungkapkan bahwa remaja itu bergabung dalam kelompok teks untuk saling berkirim pesan dengan lebih dari sepuluh orang pada musim gugur 2019. Ketika itu, ia menyampaikan gagasan untuk menabung dan membeli sebuah peternakan di mana mereka dapat berpartisipasi dalam latihan militer.

Pernyataan FBI itu disampaikan secara tertutup bersama surat perintah penggeledahan di Pengadilan Distrik Amerika di bagian timur Wisconsin pada Maret lalu. Dokumen-dokumen itu secara tidak sengaja dibuka minggu lalu, sebelum pihak berwenang menyadari kesalahan itu dan dengan cepat menyegel kembali dokumen-dokumen tersebut.

Associated Press melaporkan, mengutip dokumen tersebut, bahwa remaja itu ingin “beroperasi” selambat-lambatnya pada pemilihan presiden 2024 karena ia yakin akan dimenangkan oleh Partai Demokrat, tetapi “jadwal pelaksanaannya akan dipercepat jika Presiden Trump kalah dalam pilpres 2020."

Seorang informan memberitahu tim penyelidik bahwa remaja itu “pasti tidak saja ingin melakukan aktivisme, tetapi juga kekerasan."

Remaja Ohio yang ketika itu berusia 17 tahun, juga membagi rencana dengan kelompok yang lebih kecil tentang rencana memadamkan aliran listrik dengan melepaskan tembakan ke pembangkit-pembangkit listrik di bagian tenggara Amerika. Dokumen tertulis itu menunjukkan bahwa remaja itu mengatakan rencana yang disebut sebagai “Lights Out” itu direncanakan akan dilaksanakan pada musim panas 2021.

Salah seorang anggota kelompok, yang merupakan warga Texas dan sekaligus mahasiswa di Universitas Purdue, diduga mengirim pesan teks pada informan itu. Dalam pesan teksnya, ia mengatakan “memadamkan listrik akan menyadarkan orang-orang pada kenyataan hidup yang keras dan mendatangkan malapetaka di seluruh Amerika.”

Pernyataan tertulis itu mengidentifikasi tiga orang dengan nama dan referensi orang lain yang diduga telah berkomunikasi dengan, atau menjadi bagian dari kelompok itu. Associated Press tidak melaporkan nama individu mana pun karena dakwaan itu belum diajukan.

Belum satu pun dari ketika laki-laki itu yang membalas email, pesan teks atau pesan suara yang ditinggalkan untuk meminta pendapat mereka. Ayah salah seorang laki-laki itu juga tidak berkomentar.

Jaksa federal di negara bagian Ohio memimpin kasus ini. Juru bicara Kantor Jaksa di Distrik Ohio Selatan, Jennifer Thornton, mengatakan tidak dapat memberi informasi tambahan karena penyelidikan itu masih berlangsung, tetapi “kami ingin menekankan bahwa tidak ada ancaman langsung terhadap keamanan publik terkait kasus ini.”

Pernyataan tertulis itu merinci penyelidikan terhadap anggota-anggota kelompok yang diduga memiliki ideologi supremasi kulit putih itu. Dokumen itu menguraikan bagaimana mereka berkomunikasi dengan aplikasi pesan terenkripsi sebelum akhirnya bertemu secara langsung. Ketiga laki-laki itu diduga membagikan bacaan literatur supremasi kulit putih, mengharuskan “seragam” untuk melambangkan komitmen mereka dan bicara tentang pembuatan senjata. [em/pp]

XS
SM
MD
LG