Tautan-tautan Akses

Fans Guyur Greysia/Apriyani dengan Berbagai Hadiah


Peraih medali emas ganda putri bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020, Greysia Polii dari Indonesia dan Apriyani Rahayu.(Foto: REUTERS/Leonhard Foeger)

Lima ekor sapi, satu rumah makan bakso, dan satu rumah baru. Itu adalah beberapa contoh hadiah yang dijanjikan kepada peraih medali emas bulu tangkis Indonesia Greysia Polii dan Apriyani Rahayu saat pulang dari Tokyo.

Indonesia, yang dikenal sebagai negara penggila bulutangkis. Sejak bulu tangkis resmi dipertandingkan di Olimpiade pada 1992, Indonesia mendulang seluruh perolehan medali emas Olimpiade dari cabang olahraga ini.

Ganda putri Greysia dan Apriyani mengalahkan pasangan China Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan 21-19 21-15 pada Senin (2/8). Pasangan tersebut berhasil mempersembahkan emas pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo.

Pada saat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melaporkan penurunan minat orang yang ikut serta dalam turnamen karena kekhawatiran terkait penularan COVID-19, pemerintah dengan cepat mengiming-imingi hadiah uang tunai sebesar Rp5 miliar. Greysia/Apriyani dihujani lebih banyak hadiah.

Bupati di kampung halaman Apriyani di Sulawesi menjanjikan hadiah lima ekor sapi dan sebuah rumah, sementara sebuah jaringan estoran bakso berjanji untuk memberi mereka masing-masing sebuah restoran bakso.

Dalam sebuah pesan di Twitter, Presiden Joko Widodo mengatakan kemenangan yang diperoleh pasangan itu melalu laga yang "alot dan mendebarkan" adalah hadiah menjelang Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus.

Imelda Wigoeno, mantan pemain dan ofisial di klub pasangan itu, mengatakan: "Dibutuhkan pemenang seperti (Greysia dan Apriyani) untuk lebih memperhatikan olahraga perempuan."

Broto Happy, Juru Bicara PBSI, mengatakan kemenangan pasangan itu datang pada saat perekrutan pemain baru terhenti akibat virus corona.

“Ini sebagai tanda cinta para pecinta bulu tangkis di Indonesia kepada para pemenang baru,” ujarnya.

Greysia, 33 tahun, mengatakan di situs Federasi Badminton Dunia: "Saya dilahirkan untuk menjadi pemain bulu tangkis. Dan saya memiliki keyakinan itu ketika saya baru berusia 13 tahun, bahwa saya ingin membuat sejarah untuk Indonesia." [ah/ft]

XS
SM
MD
LG