Tautan-tautan Akses

Exxon Ajukan Pengecualian Sanksi AS untuk Lanjutkan Pengeboran Minyak di Rusia


CEO Rosneft, perusahaan minyak berbasis Rusia (kanan), Igor Sechin berjabat tangan dengan CEO Exxon Mobil Corp. Rex Tillerson (sekarang menjabat sebagai Menlu AS), seusai penandatanganan kesepakatan di Pelabuhan Laut Hitam Tuapse, selatan Rusia, 15 JUni 2012. (AP Photo/RIA-Novosti, Mikhail Klimentyev, Presidential Press Service).

Raksasa minyak Exxon Mobil telah meminta pengecualian kepada pemerintah Trump untuk sanksi-sanksi Amerika terhadap Rusia sehingga bisa melanjutkan kembali pengeboran di sekitar Laut Hitam dengan mitranya di Rusia, demikian menurut laporan berita Amerika hari Rabu.

Permintaan itu tampaknya akan mendapat pemantauan ekstra dari pejabat Amerika karena kesepakatan antara Exxon dan Rosneft, perusahaan energi milik Rusia, yang dirundingkan oleh mantan pimpinan perusahaan itu Rex Tillerson yang sekarang menjadi menlu.

Tillerson memprakarsai perjanjian perusahaan gabungan penting dengan Rosneft yang bernilai miliaran dolar dalam perundingan langsung lima tahun lalu dengan pejabat Rusia termasuk pemimpin Rusia, Presiden Vladimir Putin.

Tim Rosneft-Exxon sudah memulai pengeboran di Laut Kara, Artik, tapi pekerjaan itu dihentikan ketika mantan Presiden Barack Obama memberlakukan sanksi terhadap Rusia tahun 2014 setelah aneksasi Rusia terhadap Krimea dari Ukraina. Kelompok energi itu juga setuju untuk mencari minyak di Siberia barat dan di perairan dalam Laut Hitam, daerah yang kini diminta Exxon dikecualikan dari sanksi-sanksi.

Departemen Keuangan dan Exxon tidak mengomentari permintaan perusahaan itu yang pertama kali dilaporkan oleh harian The Wall Street Journal. Juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan Tillerson berjanji untuk mundur dari masalah yang menyangkut Exxon selama dua tahun setelah ia menjabat posisi tingkat kabinet dan menambahkan bahwa Menlu tidak terlibat dengan keputusan apapun dari badan pemerintah yang terkait Exxon.

Tillerson pensiun dari Exxon tahun lalu setelah diketahui Trump menunjuknya untuk memimpin Departemen Luar negeri. (my/al)

XS
SM
MD
LG