Tautan-tautan Akses

Erdogan Hadiri KTT NATO di Tengah Keraguan Kesetiaan Turki


Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan bertemu dengan rekan-rekannya dari pihak Barat pada pertemuan puncak NATO di Brussels, Belgia hari Rabu (11/7).

KTT ini diselenggarakan di tengah keraguan mengenai komitmen Turki terhadap aliansi militer ini, mengingat meningkatnya hubungan Turki dengan Moskow. Di bawah Erdogan, hubungan Turki-Rusia secara politik dan ekonomi makin erat. Kedua negara, bersama Iran, bekerja sama erat dalam upaya untuk mengakhiri perang Suriah.

Keputusan Ankara untuk membeli rudal S-400 Rusia, yang telah diperingatkan oleh NATO bisa membahayakan sistem militernya semakin menambah kegelisahan NATO.

"Kita perlu memutuskan antara NATO, Uni Eropa dan Iran-Rusia," kata analis politik Atilla Yesilada dari Global Source Partners.

"Akan menjadi pilihan tersulit yang pernah dibuat. Kita tidak bisa lagi diam; di sisi mana pun kita berpihak, pihak lainnya akan memberikan hukuman."

Ankara bersikeras tetap berkomitmen pada aliansi strategisnya dengan pihak Barat, dengan alasan hubungannya dengan Teheran dan Moskow didasarkan pada perdagangan dan kebutuhan untuk bekerja sama guna menyelesaikan konflik Suriah.

"Turki selalu menggunakan diplomasi keseimbangan kekuatan ini," kata profesor hubungan internasional Huseyin Bagci, dari Universitas Teknik Timur Tengah Ankara.

"Hubungan Turki-Rusia akan semakin mengarah ke arah yang positif, tetapi Turki tahu keterbatasan dari hubungan ini. Turki tidak akan meninggalkan NATO; itu tidak mungkin," ujar Bagci. [my/jm]

XS
SM
MD
LG