Tautan-tautan Akses

Erdogan dan Putin Bahas Libya


Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat bertemu di Bocharoov Ruchei, di Sochi, Rusia, 22 Oktober 2019.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (17/12), bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membicarakan Libya. Sementara itu, Ankara bersiap menghadapi kemungkinan pengerahan tentara Turki ke negara yang dilanda perang itu.

Moskow berusaha memberikan citra positif pada pembicaraan yang berlangsung pada Selasa (17/12), yang merupakan pembicaraan kedua tentang Libya dalam satu pekan.

“Rusia mendukung semua usaha oleh negara-negara tertentu dari segi menemukan sebuah solusi terhadap krisis di Libya,” demikian kata juru bicara Kremlin, Dmitri Peskov.

Ankara tampaknya telah mengejutkan Moskow bulan lalu ketika Erdogan menandatangani sebuah persetujuan keamanan dengan ketua Dewan Kepresidenan dari Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA), Fayez al-Sarraj, di Istanbul.

Berdasarkan persetujuan itu, pemerintah yang berbasis di Tripoli itu bisa mengundang pasukan Turki untuk dikerahkan di Libya. Menurut laporan media, Ankara sedang mempersiapkan pasukan gerak cepat yang kemungkinan akan dikerahkan ke Libya. Erdogan berulang kali mengatakan bulan ini, dia siap mempertimbangkan permintaan Libya bagi bantuan militer.

Erdogan mengatakan, dia bereaksi atas kehadiran “pasukan bayaran Wagner Rusia,” sebuah pasukan pengamanan swasta yang dioperasikan oleh Yevgeny Prigozhin, seorang pebisnis yang punya hubungan dekat dengan Kremlin.

“Saya berharap masalah Khalifa Haftar tidak akan menciptakan Suriah baru dalam hubungan kami dengan Rusia,” demikian kata Erdogan dalam wawancara televisi sebelumnya bulan ini.

Jenderal Haftar adalah pemimpin de-facto Libya timur dan berusaha menggulingkan GNA. [jm/pp]

Recommended

XS
SM
MD
LG