Tautan-tautan Akses

Elon Musk: Tuduhan Pelanggaran Seks 'Sama Sekali Tidak Benar'


ARSIP - CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk dalam Konferensi dan Pameran SATELLITE di Washington, 9 Maret 2020.
ARSIP - CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk dalam Konferensi dan Pameran SATELLITE di Washington, 9 Maret 2020.

Elon Musk, Kamis (19/5) menolak tuduhan bahwa dia meraba-raba dan mengekspos dirinya ke pramugari enam tahun lalu. "Tuduhan liar itu sama sekali tidak benar," orang terkaya di dunia itu mencuit di Twitter, platform yang sedang dalam proses ia beli $44 miliar.

Outlet berita Insider melaporkan pada hari sebelumnya bahwa perusahaan roket Musk, SpaceX, membayar seorang perempuan $250.000 pada 2018 untuk menyelesaikan klaim pelecehan terhadapnya.

"Serangan terhadap saya harus dilihat melalui lensa politik - ini adalah pedoman standar (tercela) mereka," cuit Musk, Kamis (19/5). Dia tidak merinci siapa yang dimaksud dengan "mereka", tetapi menambahkan: "Saya memiliki tantangan untuk pembohong ini yang mengklaim teman mereka melihat saya 'terbuka' - jelaskan satu hal, apa saja (bekas luka atau tato) yang tidak diketahui oleh publik. Dia tidak akan bisa melakukannya, karena itu tidak pernah terjadi."

Pengusaha kelahiran Afrika Selatan berkewarganegaraan Afrika Selatan, Amerika dan Kanada itu sebelumnya mengatakan dia mengalihkan dukungan politik di Amerika dari partai Demokrat ke Partai Republik. "Sekarang, lihat kampanye trik kotor mereka terhadap saya terungkap," tambahnya.

Minggu ini, Musk dengan kekayaan bersih diperkirakan $265 miliar, menunda tawarannya untuk membeli Twitter, dengan alasan pembelian tidak akan dilanjutkan kecuali kalau dia mendapat bukti jumlah akun spam yang mengganggu platform.

Musk juga menjadi berita utama yang tidak menyenangkan yang menuduh adanya diskriminasi, pelecehan terhadap pekerja kulit hitam, dan pelecehan seksual di perusahaannya yang lain, Tesla. [ka/ab]

XS
SM
MD
LG