Tautan-tautan Akses

'Sesame Street' Berikan Pendidikan Langsung bagi Anak-anak Pengungsi


Di negara-negara seperti Lebanon dan Yordania, mencari ruang kelas bagi ratusan ribu anak-anak pengungsi Suriah bukan pekerjaan mudah. Untuk itu International Rescue Committee dan Sesame Workshop – LSM yang berada di balik program televisi “Sesame Street” – memutuskan untuk membawa pendidikan itu langsung pada anak-anak pengungsi tersebut.

Kedua organisasi itu adalah semifinalis peraih hibah 100 juta dolar untuk membantu memfasilitasi upaya tersebut.

Di kamp-kamp pengungsi di mana pun juga, rasa ingin tahu anak-anak tidak pernah pupus. Lebih dari separuh pengungsi di dunia adalah anak-anak, namun hambatan untuk mendapatkan pendidikan dini yang berkualitas sangat besar.

Direktur Pendidikan International Rescue Committee IRC Sarah Smith mengatakan, "Ada 250 juta anak di seluruh dunia yang pertumbuhannya berpotensi beresiko. Krisis pengungsi di dunia kini jauh lebih besar dibanding sebelumnya, dan ada sekitar 12 juta anak di bawah delapan tahun yang mengungsi dari rumah mereka dan membutuhkan dukungan.”

Menanggapi krisis pengungsi Suriah yang terus meningkat, IRC bersama Sesame Workshop bekerjasama memberikan pendidikan berkualitas bagi anak-anak yang terpaksa mengungsi akibat perang dan penindasan.

Elmo mengunjungi seorang gadis kecil di sebuah kamp pengungsi. International Rescue Committee dan Sesame Workshop – LSM yang berada di balik program televisi “Sesame Street” – memutuskan untuk membawa pendidikan langsung pada anak-anak pengungsi. (Foto: Sesame Workshop).
Elmo mengunjungi seorang gadis kecil di sebuah kamp pengungsi. International Rescue Committee dan Sesame Workshop – LSM yang berada di balik program televisi “Sesame Street” – memutuskan untuk membawa pendidikan langsung pada anak-anak pengungsi. (Foto: Sesame Workshop).

Bersama tujuh semifinalis lainnya, tim ini bertarung memperebutkan hibah 100 juta dolar dalam kompetisi “100&Change” yang dibuat MacArthur Foundation.

Sherrie Wastin – Wakil CEO Sesame Workshop mengatakan, “Faktanya dari 65 juta pengungsi, separuhnya adalah anak-anak. Kita tahu ini merupakan isu yang harusnya kita tangani”.

Sherrie Westin menambahkan supaya model pendidikan yang diupayakan ini berhasil, mereka harus menggunakan kemampuan menyampaikan kebutuhan khusus anak-anak dengan menggunakan karakter (tokoh) yang terkait anak-anak, berbicara dalam bahasa mereka dan memahami kebutuhan mereka.

“Guna mencapai hal itu, ada boneka kecil yang berbulu seperti Elmo, atau boneka Yordania Tonton; dan melihat anak-anak gembira, tertawa, bermain dan terlibat dengan boneka-boneka itu, memberi kami harapan. Kami ingin menjangkau anak-anak itu dengan cara belajar yang menyenangkan tetapi membuktikan bahwa hasilnya bisa benar-benar mengubah kehidupan mereka,” kata Sherrie.

IRC mengatakan pendekatan yang berorientasi pendidikan dan infrastruktur yang ada itu, digabungkan dengan materi Sesame Workshop yang mengajak mereka terlibat, menjadi hubungan kemitraan yang saling menguntungkan. Menurut kedua organisasi itu, upaya menjangkau dan isi materi yang diberikan tidak saja mengarah pada anak-anak, tetapi juga orang tua.

Selanjutnya, Sarah Smith menjelaskan, “Inti dari program pengembangan dini anak-anak akan difokuskan pada orangtua, yaitu mendukung orangtua, menemui mereka, mengetahui bahwa mereka bekerja dalam jangka waktu lama, mengetahui bahwa mereka mungkin memiliki masalah kesehatan, dan seringkali mereka sendiri berjuang untuk hidup. Dengan menyediakan dukungan dan layanan supaya bisa menjadi orang tua yang baik bagi anak mereka, merupakan hal yang penting.”

Baik pendidikan di ruang kelas atau melalui telepon pintar di dalam tenda, pesan yang disampaikan IRC dan Sesame Workshop pada anak-anak dan orangtua mereka di mana pun tetap sama, yaitu: bersedia menerima dan bersikap terbuka membantu anak-anak untuk tumbuh lebih cerdas dan lebih baik. [em/al]

XS
SM
MD
LG