Tautan-tautan Akses

Menurut aktivis, kesaksian yang memberatkan orang-orang yang dinyatakan bersalah itu didapat melalui penyiksaan.

Bahrain hari Minggu (15/1) melakukan eksekusi pertamanya sejak pemberontakan Arab atau Arab Spring mengguncang negara itu tahun 2011, menghukum mati tiga orang yang dinyatakan bersalah melakukan serangan bom mematikan terhadap polisi.

Eksekusi orang-orang Muslim Syiah itu menuai kecaman kelompok hak asasi dan memicu protes keras penentang pemerintah yang dipimpin orang-orang Sunni, yang menilai dakwaan itu bermotif politik. Menurut aktivis, kesaksian yang memberatkan orang-orang yang dinyatakan bersalah itu didapat melalui penyiksaan.

Ratusan demonstran turun ke jalan-jalan di beberapa daerah yang didominasi Syiah untuk memprotes eksekusi itu.

Demonstrasi itu kemudian berubah menjadi kekerasan ketika anak-anak muda melempar proyektil dan bom bensin sementara polisi menanggapi dengan menembakkan peluru karet dan gas air mata, kata para saksi mata. Suara tembakan terdengar sampai malam. Para saksi mata tidak mau disebut namanya karena takut pembalasan.

Menurut jaksa Bahrain, hukuman mati itu dilakukan regu tembak.

Itu eksekusi pertama di negara sekutu Amerika itu sejak tahun 2010 dan menuai protes solidaritas terhadap mereka yang dihukum, yaitu Abbas al-Samea, Sami Mushaima dan Ali al-Singace. Mereka dinyatakan bersalah tahun 2015 membunuh dua polisi Bahrain dan seorang perwira Uni Emirat Arab yang ditugaskan memperkuat pasukan keamanan negara itu akibat serangan bom tahun sebelumnya. Pengadilan menetapkan hukuman mati terhadap mereka Senin lalu. [ka]

XS
SM
MD
LG