Tautan-tautan Akses

Dukung Perdamaian, Menteri Retno akan Kunjungi Afghanistan Awal 2020


Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan Menteri Informasi dan Kebudayaan Afganistan Hasina Safi dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (29/11). (Foto courtesy: KemenluRI)

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi akan mengunjungi Afghanistan pada awal 2020. Lawatan ini untuk menegaskan kembali komitmen Indonesia bagi pembangunan perdamaian yang berkelanjutan di Afganistan.

Dalam jumpa pers usai membuka acara bertajuk Dialog soal Peran perempuan dalam Pembangunan dan Pemeliharaan Perdamaian: Perempuan Sebagai Agen Perdamaian dan Kesejahteraan yang berlangsung di Jakarta, Jumat (29/11), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan ia akan mengunjungi Afghanistan pada awal 2020. Lawatan ini untuk menegaskan kembali komitmen Indonesia bagi pembangunan perdamaian yang berkelanjutan di Afganistan.

"Seperti sudah saya sebutkan dalam pernyataan sebelumnya, saya dengan senang hati akan mengunjungi kembali Afghanistan pada awal tahun depan untuk menindaklanjuti dialog (tentang peran perempuan Afghanistan) dalam proses perdamaian)," kata Retno.

Retno menegaskan dialog yang baru pertama kali dilaksanakan dan diikuti 38 perempuan Afghanistan itu sangat penting untuk menjembatani kesenjangan dan perbedaan di antara perempuan dan rakyat dari beragam latar belakang. Dia menekankan Indonesia ingin memastikan kaum hawa tidak akan ditinggalkan dalam masa depan Afghanistan.

Dialog soal peran perempuan dalam pembangunan dan pemeliharaan perdamaian yang diikuti 38 perempuan Afganistan di Jakarta, Jumat, 29 November 2019. (Foto courtesy: KemenluRI)
Dialog soal peran perempuan dalam pembangunan dan pemeliharaan perdamaian yang diikuti 38 perempuan Afganistan di Jakarta, Jumat, 29 November 2019. (Foto courtesy: KemenluRI)

Dari pelaksanaan dialog tersebut, lanjutnya, Indonesia akan menindaklanjuti hal tersebut dengan berbagai proyek pengembangan kapasitas kaum perempuan Afghanistan agar mampu menghadapi pelbagai tantangan. Dia menambahkan dialog tersebut merupakan awal untuk memperkuat kerjasama antara Indonesia dan Afghanistan.

Menurut Retno, Indonesia dan Afghanistan perlu mengidentifikasi langkah-langkah konkret ke depan untuk meningkatkan peran perempuan melalui kebijakan yang inklusif dan memperhatikan kebutuhan perempuan.

Kebijakan tersebut, tambahnya, dapat berupa dorongan bagi pemberdayaan perempuan di bidang ekonomi, perlindungan hak-hak perempuan, serta dukungan yang memadai dari laki-laki.

Dukung Perdamaian, Menteri Retno akan Kunjungi Afghanistan Awal 2020
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:00 0:00

Selain itu, perempuan Afghanistan juga harus mengembangkan budaya perdamaian dan toleransi. Dari sudut pandang Indonesia, budaya damai merupakan pendekatan integral untuk mencegah kekerasan dan konflik. Retno mendorong agar perempuan bisa saling mendukung dan memberdayakan sesamanya.

Retno menekankan Indonesia akan terus mendukung upaya perdamaian Afghanistan. Indonesia, menurut Retno, juga aktif berdiskusi dengan pemerintah Afghanistan, dengan Taliban, juga sejumlah negara mitra yang terlibat dalam konflik di Afghanistan seperti Amerika Serikat, Pakistan, Jerman, dan Norwegia.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Informasi dan Kebudayaan Afghanistan Hasina Safi memuji insiatif sangat bagus dari pemerintah Indonesia untuk menggelar dialog mengenai peran perempuan dalam membangun dan memelihara perdamaian di Afghanistan. Dia mengatakan beragam insiatif dan kemitraan antara kedua negara sudah berlangsung sejak lama.

"Tapi sekarang (dialog ini) membantu memperkuat pengalaman perempuan Indonesia sebagai negara muslim dan posisi Indonesia dalam pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender untuk berbagi pengalaman dengan perempuan Afghanistan sebagai negara muslim," ujar Hasina.

Hasina menambahkan dirinya mengharapkan akan terus ada program bersama antara perempuan Afghanistan dan Indonesia. Dia menyambut rencana kunjungan Retno Marsudi ke Afghanistan awal tahun depan.

Beberapa bulan lalu, delegasi Taliban datang ke Indonesia dan bertemu sejumlah pihak, termasuk Wail Presiden Jusuf Kalla pimpinan Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), dan pimpinan Majelis Ulama Indonesia. kehadiran mereka untuk menginformasi mengenai proses pembicaraan damai dengan Amerika Serikat. [fw/ab]

Recommended

XS
SM
MD
LG