Tautan-tautan Akses

Dugaan Kasus Virus Corona Baru di Haiti Utara, Picu Kepanikan


Seorang petugas dari Kementerian Kesehatan Masyarakat dan Populasi meminta seorang perempuan Haiti yang kembali dari Republik Dominika untuk menjalani tes virus corona, di Malpasse, Haiti, 5 Maret 2020. (Foto: Reuters)

Ketika profesor Universitas Haiti, Bellamy Nelson kembali dari perjalanan baru-baru ini ke Amerika ia mulai mengalami gejala seperti flu.

Ketika memberi kuliah, Senin sore di sebuah universitas negeri di Limonade di Haiti utara, ia merasa sakit. Khawatir akan kemungkinan terinfeksi virus corona, Nelson menghubungi administrator kampus dan menyampaikan kekhawatirannya. Ia kemudian pulang dan mengarantina secara mandiri.

Administrator universitas memberi tahu Departemen Kesehatan Masyarakat di yurisdiksi tempat Nelson tinggal. Pejabat kesehatan mengunjungi profesor itu di rumahnya dan melakukan tes virus corona. Mereka menyarankannya untuk tetap mengarantina diri dan mengatakan keberadaannya tidak akan dipublikasikan untuk melindungi privasi dan keselamatannya.

Kamis (19/3) pagi di media sosial dan siaran di udara, wartawan lokal melaporkan Nelson bersembunyi setelah orang-orang bersenjatakan parang menyerang ambulans yang mengangkutnya. Mereka juga melaporkan hasil tes virus coronanya negatif.

Dalam wawancara dengan VOA, administrator universitas menyangkal kejadian itu. Ia mengatakan Nelson tetap dikarantina dan tidak pernah meninggalkan rumahnya, sehingga mustahil baginya untuk diserang, sebagaimana dilaporkan. Ia juga mengatakan Departemen Kesehatan masih menunggu hasil tes.

Nelson merupakan kasus virus corona kedua yang diduga terjadi di Haiti dalam seminggu. Selama akhir pekan, seorang perempuan tak dikenal yang bepergian ke negara asalnya di mana virus menyebar, menunjukkan gejala seperti flu dan menjalani pengujian untuk virus corona. Hasil tesnya, yang dilakukan laboratorium nasional di Port-au-Prince menunjukkan ia negatif. [my/pp]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG