Tautan-tautan Akses

Dua anak perempuan pembom bunuh diri tewas saat meledakkan diri hari Minggu (11/12) di kawasan ramai dekat sebuah pasar di kota Maiduguri di sebelah timur laut Nigeria, melukai 17 orang, kata para petugas SAR.

Seorang penyintas, Abubakar Musa, mengatakan dia juga melihat beberapa tentara tergeletak di antara para korban. Para tentara itu sebelumnya menjaga instalasi listrik di dekat tempat itu.

Para pejabat menuding kelompok ekstremis Boko Haram melakukan serangan itu. Kelompok itu telah melancarkan berbagai serangan di Maiduguri, yang merupakan kota kelahiran pemberontakan tersebut.

Salah seorang pembom sepertinya berusia kurang dari 7 tahun dan yang kedua sekitar 8 tahun, kata Abdulkadir Jabo, seorang petugas keamanan yang mencegah mereka memasuki pasar. “Saya tanya kepada anak perempuan yang lebih besar ‘mau pergi kemana?’ Tapi dia tidak bisa berbicara Hausa atau Kanuri… dan terlihat canggung, karena itu saya suruh mereka balik,” katanya kepada The Associated Press.

Beberapa detik kemudian, dia meledakkan diri, diikuti oleh anak perempuan yang lebih kecil, kata Jacob.

Komisioner Polisi Damian Chukwu mengidentifikasi pelakunya sebagai anak perempuan belasan tahun. Sebelumnya, para pejabat mengatakan pelakunya adalah seorang laki-laki dan seorang perempuan. Sulit untuk memverifikasi informasi yang simpang siur itu.

Boko Haram telah menggunakan banyak perempuan dan anak perempuan dalam pemboman bunuh diri, sehingga memicu spekulasi bahwa para perempuan itu merupakan sebagian dari ribuan perempuan yang telah mereka culik dalam beberapa tahun ini. [vm/ds]

XS
SM
MD
LG