Tautan-tautan Akses

Dokumen Rahasia akan Ungkapkan Bantuan Saudi pada Serangan 11 September di AS


Mantan Senator AS, Bob Corker (Foto: dok).
Mantan Senator AS, Bob Corker (Foto: dok).

Hampir 15 tahun setelah teroris membajak empat pesawat dan menabrakkan pesawat itu ke gedung World Trade Center di New York, 28 halaman yang merinci bantuan asing bagi para penyerang 11 September akan dapat segera diungkapkan kepada umum.

Hanya sekelompok tertentu para pejabat Amerika telah membaca dokumen yang sangat rahasia itu. Naskah tersebut telah digembok dalam tempat yang aman gedung Kongres Amerika Serikat sejak komisi bersama Kongres membuatnya tahun 2002. Rancangan dalam Senat dan DPR dan orang yang turut menulisnya menghendaki pengungkapan dokumen tersebut.

Hampir 15 tahun setelah teroris membajak empat pesawat penumpang dan menabrakkan pesawat itu ke gedung World Trade Center di New York, Pentagon dekat Washington DC dan ladang pertanian di Pennsylvania, 28 halaman yang merinci bantuan asing bagi para penyerang 11 September akan dapat segera diungkapkan kepada umum.

Walaupun berstatus rahasia, orang-orang yang mengetahui tentang dokumen itu telah menyebut-nyebut secara tidak langsung mengenai hubungannya dengan Arab Saudi sehingga orang bertanya-tanya apa sebenarnya kaitan yang dimuat dalam dokumen itu.

Mantan Senator Bob Corker, yang turut dalam komisi bersama itu, mengatakan hari Minggu (24/4) dalam wawancara acara NBC “Meet The Press” dokumen itu sebaiknya diungkapkan untuk mengakhiri perdebatan mengenai apa yang dimuat dan membiarkan masyarakat Amerika menentukan sendiri sikap mereka mengenai isi dokumen itu. Ketika ditanya apakah pengungkapan itu akan menimbulkan dampak negative tingkat tinggi, Corker menjawabnya “ya.”

Ia mengatakan apakah ke-19 pembajak, 15 dari mereka adalah warga Saudi, memperoleh bantuan dari luar adalah pertanyaan paling penting yang berhubungan dengan serangan 11 September, 2001 yang menewaskan hampir 3.000 orang.

“Saya kira tidak masuk akal bahwa orang yang tidak dapat berbahasa Inggris, belum pernah di Amerika Serikat, sebagai satu kelompok tidak berpendidikan baik, dapat melakukannya,” katanya. “Jadi, siapa badan hukum yang paling mungkin telah menyediakan bantuan kepada mereka? Dan saya kira semua bukti menunjuk pada Arab Saudi.”

Mantan Presiden George W. Bush memerintahkan ke-28 halaman itu dirahasiakan dan jangan diikutkan dalam laporan 828halaman Kongres yang diungkapkan kepada umum. Penggantinya, Barack Obama, telah memerintahkan tim intelijennya meninjau kembali bab itu, dan Corker mengatakan ia berharap naskah itu akan disediakan kepada umum ketika keputusan diambil sebelum Juni. [gp]

XS
SM
MD
LG