Tautan-tautan Akses

DK PBB akan Langsungkan Pertemuan Terkait Rohingya


Suasana sidang DK PBB. (Foto: dok)

Sebuah panel khusus PBB yang menuduh militer Myanmar melakukan serangkaian kekejian terhadap kelompok minoritas Muslim Rohingya tahun lalu akan menyampaikan hasil temuan mereka kepada Dewan Keamanan PBB.

Sembilan dari 15 anggota DK PBB – Inggris, Perancis, Pantai Gading, Kuwait, Belanda, Peru, Polandia, Swedia dan AS – meminta sidang dengar keterangan terkait Myanmar itu bulan ini, dan surat permohonan resminya telah diajukan Selasa (16/10).

Hau Do Suan, Dutabesar Myanmar untuk PBB, menentang sidang itu dalam sebuah surat terpisah, Selasa. Ia memperingatkan bahwa langkah itu merupakan usaha berbahaya yang akan berakhir dengan kegagalan karena mengupayakan pertanggungjawaban tanpa memperhitungkan perkembangan positif.

Dalam sebuah laporannya Agustus lalu, misi khusus pencari fakta tersebut mengatakan, militer Myanmar berniat melakukan genosida terhadap Rohingya ketika melancarkan serangan militer di negara bagian Rakhine sebagai tanggapan terhadap serangan militer Rohingya terhadap pos-pos keamanan. Hasil wawancara terhadap ratusan dari sekitar 700 ribu Rohingya yang terpaksa melarikan diri ke Bangladesh, mengungkapkan telah terjadi serangkaian kekejian, termasuk pemerkosaan beramai-ramai, pembakaran desa, dan pembunuhan.

Panel itu menyerukan agar Jenderal Min Aung Hlaing, panglima militer Myanmar, dan lima jenderal lainnya, diadili atas tuduhan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang. Panel itu juga mendesak DK PBB merujukan masalah ini ke Mahkamah Kejahatan Internasional, atau membentuk sebuah pengadilan khusus untuk melakukan penyelidikan lebih jauh. (ab/uh)

XS
SM
MD
LG