Kanselir baru Austria Alexander Schallenberg, Senin (11/10), berjanji akan bekerja sama dengan pendahulunya, Sebastian Kurz, yang mengundurkan diri karena menghadapi tuduhan korupsi. Hal ini memicu kecaman kelompok oposisi yang mengatakan pemimpin baru itu hanya akan menjadi kaki tangan Kurz.
Partai Hijau, mitra junior kelompok konservatif pimpinan Kurz, telah menuntut Kurz setelah ia dan sembilan orang lainnya - termasuk sebagian pembantu seniornya - minggu lalu diselidiki pihak berwenang. Penyelidikan dilakukan karena adanya kecurigaan telah terjadinya berbagai pelanggaran kepercayaan, korupsi dan penyuapan.
Kurz, yang menyangkal melakukan kesalahan, telah menjadi pemimpin partai yang sangat kuat dan sekaligus sebagai anggota parlemen utama partainya. Lawannya mengatakan posisinya itu membuatnya masih akan terus mengontrol kebijakan pemerintah dan bertindak sebagai “kanselir bayangan.”
“Saya percaya tuduhan-tuduhan terhadap Kurz itu tidak berdasar dan saya yakin pada akhirnya hal itu akan terbukti,” ujar Schallenberg, seorang diplomat karir yang menjadi sekutu dekat Kurz.
Dalam pernyataan pertama setelah menjadi kanselir, Schallenberg mengatakan “tentu saja saya akan bekerja sama erat dengan Sebastian Kurz.”
Schallenberg menegaskan ia ingin menciptakan “rasa tanggungjawab dan stabilitas.”
Namun pernyataan-pernyataan itu tidak memuaskan kelompok oposisi. “Kesan saya adalah ia berniat melakukan hal-hal seperti yang dilakukan sebelumnya dan bertindak seakan-akan tidak ada yang terjadi,” ujar Beate Meinl-Reisinger, pemimpin Partai Neos yang beraliran liberal. Ia kerap menyerukan Schallenberg untuk melawan korupsi. [em/jm]