Tautan-tautan Akses

Dinilai Sarat Skandal, Pemilih Tokyo Jauhi Partai PM Jepang


ARSIP – Gubernur Tokyo dan ketua partai Tokyo Citizens First, Yuriko Koike (Kanan) berpidato kepada para pemilih di atas mobil kampanye setelah kampanye pemilu secara resmi diluncurkan di Tokyo, 23 Juni 2017 (foto: REUTERS/Issei Kato/Foto Arsip)

Setelah kekalahan Partai Demokrat Liberal (LDP) kalah dalam pemilihan kota Tokyo hari Minggu, PM Jepang Shinzo Abe berjanji akan berusaha mendapatkan kembali kepercayaan setelah partainya.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berjanji akan berusaha mendapatkan kembali kepercayaan setelah partainya, Partai Demokrat Liberal (LDP) kalah dalam pemilihan kota Tokyo hari Minggu.

LDP diperkirakan meraih hanya 23 kursi di majelis baru tersebut - penurunan tajam dari 57 kursi yang dipegangnya.

Partai Gubernur Tokyo Yuriko Koike, Tokyo Citizens First, dan sekutu-sekutunya akan memenangi setidaknya 72 dari 127 kursi majelis tersebut.

Menurut pengamat politik Jepang, pemilihan di Tokyo bukanlah tentang Koikie, melainkan referendum tentang Abe, yang dilanda skandal.

Perdana menteri dituduh menggunakan jabatan untuk membantu seorang teman mendapat persetujuan bagi sekolah hewan di dalam zona ekonomi khusus - sesuatu yang jarang dilakukan pemerintah Jepang.

Kawasan ekonomi khusus beroperasi berdasar undang-undang bisnis dan perdagangan yang berbeda dibandingkan tempat lain di negara itu.

Abe, yang membantah tuduhan itu, secara umum adalah perdana menteri yang populer sejak menjabat tahun 2012, tetapi skandal itu merugikan peringkat popularitasnya.

Abe diperkirakan mempertahankan jabatannya setidaknya sampai Olimpiade Musim Panas tahun 2020 di Tokyom, tetapi beberapa pengamat Jepang berspekulasi, Koikie mungkin mengincar posisi Abe.

Perdana menteri selama ini juga mendesakkan revisi konstitusi Jepang, yang disusun Amerika setelah Perang Dunia II dan secara resmi menolak militerisme. [ka]

XS
SM
MD
LG