Tautan-tautan Akses

Dewan Penasehat Myanmar Dukung Pemulangan Pengungsi Rohingya


Bill Richardson saat wawancara dengan VOA (Foto:dok)

Dewan Penasehat Baru yang diciptakan untuk menasehati Myanmar dalam krisis kemanusiaan Rohingya yang sedang berlangsung mendukung rencana pemerintah untuk menerima pengungsi Rohingya yang kembali ke Myanmar. Mereka dibawa meninjau dengan singkat tempat-tempat penampungan kembali setelah pengunduran diri mendadak mantan duta besar Amerika untuk PBB Bill Richardson.

Richardson, ketika berbicara kepada VOA melalui telepon dari Amerika Serikat, mengatakan ia mendukung pernyataan dari PBB bahwa pemulangan pengungsi ‘terlalu prematur' tanpa akses badan-badan pengungsi dan peninjau independen, yang dapat menilai keadaaan setempat dan memungkinkan pengungsi di Bangladesh untuk menentukan pilihan pulang berdasarkan informasi yang benar.

Mantan gubernur New Mexico, Amerika Serikat, dan pendukung sejak lama gerakan pro-demokrasi Myanmar itu hari Rabu (24/1) meletakkan jabatan dari satu panel yang dibentuk oleh Penasehat Negara Aung San Suu Kyi untuk membantu melaksanakan rekomendasi dari komisi sebelumnya, yang dipimpin oleh mantan Sekjen PBB Kofi Annan, untuk penyelesaikan jangka panjang bagi kriris Rohingya.

Segera setelah rekomendasi itu diberitakan bulan Agustus, serangan militan Rohingya menyebabkan militer melakukan tindakan bumi hangus yang disebut oleh PBB dan negara-negara Barat pembersihan etnik. Lebih dari 680 ribu orang Rohingya sejak itu telah mengungsi ke Bangladesh, bergabung dengan lebih dari 85 ribu yang mengungsi dalam penindakan militer tahun sebelumnya.

Juru bicara Kantor Komisioner Tinggi PBB urusan Pengungsi Adrian Edwards mengatakan hari Selasa “pengamanan yang diperlukan bagi pengungsi yang pulang tidak ada,” dengan mengemukakan adanya pembatasan pertolongan dan akses ke media dan pengungsi yang terus berdatangan ke Bangladesh. [gp]

XS
SM
MD
LG