Tautan-tautan Akses

Dengan Presiden Baru, Ukraina Mulai Awal Baru


Presiden terpilih Ukraina Volodymyr Zelenskiy (kanan) dan istrinya Olena Zelenska menyalami pendukungnya di ibu kota Kyiv Minggu (21/4).
Presiden terpilih Ukraina Volodymyr Zelenskiy (kanan) dan istrinya Olena Zelenska menyalami pendukungnya di ibu kota Kyiv Minggu (21/4).

Kemenangan telak Volodymyr Zelenskiy atas Presiden petahana Petro Poroshenko dalam pemilihan limpasan di Ukraina hari Minggu (21/4), dipuji pendukung pelawak itu sebagai awal baru bagi negara termiskin di Eropa.

Kemenangan Volodymyr Zelenskiy, usia 41 tahun menuai pujian. Tetapi, kritikus yang menjulukinya "kandidat hologram" semasa kampanye, mengatakan masih belum jelas bagaimana ia akan mengakhiri perang melawan separatis yang didukung Rusia di Ukraina timur, sesuatu yang dijanjikan akan dilakukannya. Mereka juga khawatir, dunia akan menertawakan Ukraina karena mempercayakan orang tanpa pengalaman pemerintah menjadi presiden.

Juga tidak jelas bagaimana ia akan mengarahkan Ukraina menuju kemakmuran dan membebaskan negara itu dari korupsi endemik. Kampanyenya, yang berbasis hiburan dari pemain sinetron cerdas yang menjadi kandidat, mengandalkan acara mingguan di televisi yang populer, Servant of the People (atau pengabdi rakyat), dan Instagram untuk menjangkau pemilih, tidak banyak memberi petunjuk.

Tentang konflik yang sudah berlangsung lama di Ukraina timur, Zelenskiy hanya mengatakan ia tidak akan menyerahkan wilayah itu, yang direbut separatis berdasar pengarahan Rusia, tetapi siap bernegosiasi langsung dengan pemimpin Rusia, yang jauh lebih berpengalaman dan yang telah bertekad mempertahankan Ukraina dalam lingkup pengaruh Rusia, Vladimir Putin.

Lima tahun setelah protes Euro-Maidan menyebabkan presiden yang pro-Rusia, korup dan menolak Eropa, terguling, Ukraina merindukan wajah baru, menurut jajak pendapat. Itu sebabnya, Zelenskiy menang. Dan demi mendapatkan sesuatu yang baru itu, mereka rela mengabaikan risiko mendukung seorang pemula politik yang diduga punya ikatan dengan oligarki, Igor Kolomoisky.

Zelenskiy yang terkenal dengan perannya dalam serial televisi sebagai guru sekolah yang naik menjadi presiden setelah masyarakat muak akan korupsi, sejauh ini tidak ternoda oleh politik Ukraina. Dan itu sudah cukup bagi banyak pemilih yang kecewa dengan politisi oligarki Poroshenko, yang pada hari Jumat diejek dalam debat langsung dengan pelawak itu, terutama ketika Poroshenko memperingatkan lawannya tidak akan mampu melawan Putin. Zelenskiy menarik sorak-sorai karena menjawab, "Saya adalah hasil kegagalan Anda. Saya vonis bagi Anda."

Zelenskiy mengumumkan pencalonannya yang mengejutkan pada Malam Tahun Baru dan segera meraih banyak dukungan kuat. Tak dinyana, ia mendapat dukungan dari semua wilayah Ukraina, tetapi dukungan paling kuat datang dari Ukraina timur dan selatan, di mana banyak penduduknya berbahasa Rusia. Zelenskiy lahir di Ukraina tenggara dan berbahasa Rusia. Fakta itu digunakan Poroshenko untuk menyebut penantangnya sebagai pion Putin.

Tetapi, lelah akibat perang di timur yang telah menewaskan lebih dari 13 ribu orang, sebagian besar warga Ukraina lebih peduli pada kesulitan ekonomi yang mereka hadapi sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan daripada kebijakan luar negeri. Mereka juga merasa dikecewakan, menurut analis, oleh apa yang mereka lihat sebagai lambatnya perubahan dan reformasi dibawah Poroshenko, terutama dalam upaya membersihkan Ukraina dari endemik korupsi. Maidan telah mendorong harapan tinggi, yang membuat banyak orang Ukraina frustrasi karena belum terpenuhi.

Kini Zelenskiy menjadi tumpuan harapan, tetapi berperan sebagai presiden dalam acara televisi akan sangat berbeda dari melakukan tugas presiden di dunia nyata dan mengaburkan peran itu dengan kenyataan terbukti bisa berbahaya.(ka)

Recommended

XS
SM
MD
LG