Tautan-tautan Akses

Demonstrasi Berlanjut di Myanmar Meski Korban Tewas Meningkat


Pengunjuk rasa anti-kudeta lari untuk menghindari pasukan militer dalam aksi protes di Yangon, Myanmar, Rabu, 31 Maret 2021. (AP Photo)
Pengunjuk rasa anti-kudeta lari untuk menghindari pasukan militer dalam aksi protes di Yangon, Myanmar, Rabu, 31 Maret 2021. (AP Photo)

Para pengunjuk rasa anti-kudeta berpawai melintasi sebuah kawasan di Yangon, Rabu (31/3), melanjutkan demonstrasi menentang kudeta militer di negara itu. Jumlah demonstran yang turun ke jalanan kali ini terlihat menyusut, menyusul jumlah kematian yang terus meningkat terkait aksi-aksi protes mereka.

Sebagian besar demonstran muda itu melewati kawasan Hlaing, di pinggiran Yangon, dan berhenti untuk memberi penghormatan pada seorang pengunjuk rasa yang tewas dalam konfrontasi sebelumnya dengan pasukan keamanan.

Pihak berwenang telah meningkatkan tindakan keras mereka terhadap aksi-aksi protes dalam beberapa pekan terakhir. Jumlah korban tewas terus meningkat karena pasukan keamanan menggunakan metode yang lebih mematikan.

Seorang pengunjuk rasa anti-kudeta berjalan melewati ban yang terbakar, setelah para aktivis melancarkan "pemogokan sampah" terhadap aturan militer, di Yangon, Myanmar 30 Maret 2021. (REUTERS / Stringer)
Seorang pengunjuk rasa anti-kudeta berjalan melewati ban yang terbakar, setelah para aktivis melancarkan "pemogokan sampah" terhadap aturan militer, di Yangon, Myanmar 30 Maret 2021. (REUTERS / Stringer)

Tanggapan mematikan terhadap demonstrasi pada hari Sabtu lalu menewaskan lebih dari 100 orang dalam satu hari.

Asosiasi Bantuan Myanmar untuk Tahanan Politik memperkirakan bahwa setidaknya 510 pengunjuk rasa telah tewas sejak kudeta tersebut.

Tetapi organisasi hanya menghitung yang dapat didokumentasikan dan mengatakan jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi. [ab/lt]

Recommended

XS
SM
MD
LG